Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Catatan

Pria Tidak Berdaya

Gambar
Selamat bertambah usia untukku. Di tengah perayaan sederhana yang kuhidupkan lewat tulisan ini, aku memilih tema “Pria Tidak Berdaya” sebagai cermin perjalananku. Bukan untuk meratapi nasib, tapi untuk memeluk kejujuran—tentang diriku, tentang hidup, dan tentang harapan yang masih kugenggam erat meski kadang terasa rapuh. Dalam bahasa Indonesia, “berdaya” berarti punya kekuatan, kemampuan, atau kemauan untuk menghadapi hidup—entah itu menyelesaikan masalah, mengejar mimpi, atau sekadar bangun dari tempat tidur dengan semangat.  Tapi di usia ini, aku merasa berada di sisi sebaliknya: tidak berdaya. Bukan karena aku menyerah, tapi karena hidup terasa seperti permainan yang aturannya terus berubah, dan aku sering kehabisan napas untuk mengejar. Hampa di Tengah Keramaian Di usia 39, aku melihat banyak pria seusia ku hidup dalam ritme yang sepertinya lebih “hidup”. Mereka punya pekerjaan yang memberi kepastian—gaji bulanan yang datang tanpa drama, hanya perlu mengatur apa yang masuk ke ...

⚽ Dilema Hari Pertama Puasa 2026: Antara Agenda Hotel dan Lapangan Mini Soccer

Gambar
[ Artikel 28#, kategori Puasa ] Ada perasaan campur aduk saat menyambut awal Ramadan tahun ini. Antara senang, sedih, atau mungkin sedikit bimbang. Apalagi setelah saya resmi pindah ke ruangan baru yang sempat membuat pikiran bertanya-tanya, apakah ini nyata atau memang sudah jalannya. Kamis dini hari (19/2), saya sudah terbangun bahkan sebelum alarm jam 01.20 berbunyi. Entah karena saya tidur lebih awal usai Isya, atau memang alam bawah sadar saya yang sedang dipenuhi banyak pertimbangan. Tantangan Puasa dan Refleksi Diri Jujur saja, tahun ini saya masih dibayangi ketidakyakinan apakah bisa menjalankan puasa secara penuh. Seperti tahun-tahun sebelumnya, catatan puasa saya masih sering bolong-bolong. Sebagai seorang muslim, saya akui diri ini jauh dari kata sempurna. Mungkin, ini juga yang menjadi refleksi mengapa rezeki dan jodoh terasa masih jauh dari jangkauan. Kesibukan di hari pertama pun sudah menanti. Saya sempat lupa bahwa ada undangan buka puasa dari Hotel Grand Candi Sema...

📦 Babak Baru di Ruang Sempit

Gambar
[ Artikel 87#, kategori rumah ] Mendadak saja, kesibukan terlihat di area belakang rumah. Barang-barang yang selama ini tertumpuk mulai dikeluarkan satu per satu. Awalnya saya tidak terlalu menghiraukan, sampai akhirnya sebuah kalimat mendarat dan menyadarkan saya: Kamar itu sedang disiapkan untuk saya tempati. Ya, saya harus pindah ke sana segera setelah proses pembersihan selesai. Perasaan saya seketika campur aduk. Ada rasa sesak yang sulit digambarkan, namun di sisi lain, ada tembok realitas yang membuat saya sulit untuk sekadar melayangkan protes. Memasuki tahun 2026, saya akhirnya resmi memulai babak baru di sebuah kamar yang ukurannya jauh lebih mungil dari sebelumnya, yakni 2 x 3 meter. Ruangan yang dulu sempat berfungsi sebagai gudang ini, kini bertransformasi menjadi ruang ekspresi utama saya saat berhadapan dengan layar komputer. Posisinya berada tepat di lantai bawah, bersisian dengan pintu belakang yang menjadi saksi bisu lalu lalang penghuni rumah. Kepindahan ini terasa b...

📅 Halo Februari 2026: Antara Dugderan, Ramadan, dan Realita Isi Dompet

Gambar
[ Artikel 160#, kategori catatan ] Mengawali bulan baru di tahun 2026, tubuh saya justru memberikan sinyal protes. Lutut terasa sangat menderita, sebuah konsekuensi nyata setelah memutuskan bersepeda sejauh 14 km menuju POJ Marina di penghujung Januari lalu. Melelahkan, memang. Namun, ada kepuasan yang sulit dikonversi ke dalam kata-kata saat berhasil menaklukkan jarak tersebut demi sebuah kesenangan sederhana. Februari tiba dengan rencana-rencana baru. Tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu terasa pas, berbarengan dengan keramaian CFD Simpang Lima. Cuaca pagi di Semarang tampak bersahabat dan cerah, meski sisa-sisa basah di beberapa sudut jalan menunjukkan bahwa hujan sempat turun membasahi kota pada malam sebelumnya. Dinamika Kota Semarang: Dugderan dan Imlek Semawis Bulan ini terasa sangat istimewa bagi Kota Semarang. Saat menyusun daftar Agenda Februari di blog dotsemarang , saya menyadari ada dua hajatan besar yang akan hadir hampir bersamaan menjelang bulan puasa. Tahun i...

⚽️ Jersey Baru Sanmaru FC: Simbol Semangat di Angka 40

Gambar
[ Artikel 19#, kategori mini soccer ] Tahun 2026 menjadi momentum di mana semangat tim hari Kamis terasa begitu meluap. Gairah tersebut akhirnya bermuara pada keputusan untuk merilis jersey baru. Awalnya, sempat ada kebimbangan mengenai seragam untuk posisi kiper—apakah perlu mendaftar khusus atau mengikuti desain tim secara keseluruhan. Biasanya, jersey penjaga gawang memang sering kali menyesuaikan arus besar desain tim. Memasuki akhir Januari, penantian itu tuntas. Jersey baru ini akhirnya resmi dipamerkan di lapangan. Momentum kebanggaan ini pun diabadikan dengan apik melalui jasa fotografer, memastikan setiap detail dan rasa syukur tim terdokumentasi dengan maksimal. Saya pribadi akhirnya memutuskan untuk ikut mendaftar setelah beberapa kali hanya menjadi penyimak dalam obrolan panjang di grup perpesanan. Dorongan kuat dari rekan-rekan yang sering mengajak bermain bola menjadi alasan utama saya tidak melewatkan rilisan kali ini. Refleksi di Balik Nomor Punggung 40 Pilihan nomo...

⚽ Cedera Jari Manis yang Tak Terduga

Gambar
[ Artikel 18#, kategori mini soccer ] Setiap kali selesai menunaikan ibadah Maghrib, saya selalu menyempatkan diri untuk berdoa sebelum berangkat ke lapangan hijau. Harapannya sederhana: diberi keselamatan, dijauhkan dari cedera, dan kembali ke kamar dalam kondisi utuh tanpa kurang satu apa pun. Namun, kenyataannya berkata lain. Harapan tersebut tidak sepenuhnya terkabul malam itu; jari manis tangan kanan saya justru mengalami cedera saat bermain Senin malam (12/1). Kronologi yang Sedikit Konyol Jika dibayangkan, mungkin orang akan mengira cedera ini terjadi karena benturan keras antar pemain atau aksi heroik saya saat terbang menepis bola layaknya kiper profesional. Nyatanya? Jauh dari kesan heroik. Ada cerita menarik, atau lebih tepatnya konyol, di balik cedera ini. Jari manis saya terkilir bukan karena kontak fisik, melainkan karena tersangkut rumput lapangan saat saya berusaha menangkap bola. Terdengar lucu, memang, tapi itulah realita yang saya hadapi. Meski merasa sedikit ko...

🚨 Akhir Prematur Xabi Alonso di Real Madrid: Mengapa Ia Gagal?

Gambar
[ Artikel 90#, kategori Real Madrid ] Kabar mengejutkan menghampiri para pendukung Real Madrid pagi ini, Selasa (13/1). Hanya berselang sehari setelah kekalahan menyakitkan dari Barcelona di Final Piala Super Spanyol, klub resmi mengumumkan perpisahan dengan Xabi Alonso. Sebuah keputusan yang langsung memicu riuh di berbagai platform media sosial. Sebenarnya tak mengejutkan sama sekali karena sudah ditandai usai kalah lawan manchester City di Liga Champions bulan Desember kemarin. Saya melihat kekalahan dari rival abadi menjadi titik nadir yang tak terelakkan. Andaikan trofi itu berhasil diraih, mungkin napas Xabi di kursi kepelatihan sedikit lebih panjang. Namun, tekanan di klub sebesar Real Madrid memang tidak mengenal kompromi. Menariknya, manajemen seolah memberikan restu instan saat Xabi mengajukan pengunduran diri—sesuatu yang mungkin tak terjadi jika lawannya bukan Barcelona. Filosofi yang Terbentur Ego Bintang Sejujurnya, tidak ada yang salah dengan ambisi Xabi. Ia datang denga...

🚴‍♂️ Di Balik Layar Belajaraya 2026 Semarang: Tentang Sepeda dan Semangat yang Tak Redup

Gambar
[ Artikel 39#, kategori Dibalik Layar]  Saya sempat mengira akan menjadi satu-satunya wajah yang familiar saat melangkah menuju lokasi acara pertama di tahun 2026 ini. Namun, dugaan saya meleset. Di salah satu sudut Wisma Perdamaian pada akhir pekan Januari itu (10/1), saya menjumpai binar antusiasme dari peserta yang hadir. Sebuah pemandangan yang menyadarkan saya bahwa geliat literasi di Semarang masih jauh dari kata usai. Mengawali tahun, aktivitas luar jaringan (offline) dibuka dengan tajuk kolaborasi antar-komunitas. Kata 'kolaborasi' memang masih terdengar manis dan penuh harapan, meski saya menyadari bahwa agenda ini merupakan bagian dari rangkaian promosi menuju perhelatan yang lebih besar di Jakarta nantinya. Bagi saya, itu bukan soal. Misi utama saya hadir sederhana saja: memotret semangat komunitas di Semarang pada tahun 2026. Saya ingin membuktikan sendiri, apakah api itu masih berkobar atau mulai meredup, terutama pada komunitas berbasis literasi yang menjadi fokus...

🏠 Harapan yang Menepi di Awal Tahun

Gambar
[ Artikel 24#, kategori Keuangan ] Awal tahun 2026 ini terasa sedikit berbeda. Saat sedang menempuh perjalanan menuju sebuah acara, ponsel saya bergetar. Karena kebetulan jalanan sedang sepi, saya memutuskan menepi sejenak untuk memeriksa WhatsApp. Ada dua pesan masuk dari nama yang sangat familiar: pemilik rumah—atau lebih tepatnya, keluarga sendiri. Isi pesannya seragam, menanyakan kontak seseorang yang berkaitan dengan urusan perumahan. Jujur, ada sedikit debar di hati. Apakah ini pertanda baik? Dengan sabar, saya cari kontak yang dimaksud, mengirimkannya kembali, dan melanjutkan perjalanan dengan sejuta spekulasi di kepala. Ternyata Memang "Nothing" Saya sempat mengira instruksi tadi adalah pembuka untuk kabar baik lainnya. Namun, setelah ditunggu, ternyata memang tidak ada apa-apa. Termasuk rutinitas kecil yang biasanya ada: jatah bulanan . Biasanya, si bungsu—anak pemilik rumah—rutin membagikan paket kecil berisi mie instan, kopi, atau teh . Namun, hingga detik ini, su...

🌾 Harga Beras SPHP Mulai Merangkak Naik: Sebuah Pelajaran Tentang Kesetiaan

Gambar
[ Artikel 16#, kategori Produk ] Padahal baru beberapa bulan lalu saya memberikan pujian, tapi nyatanya sekarang harga sudah berubah. Inikah yang disebut sebagai hukum ekonomi? Ketika permintaan terus mengalir tanpa henti, nilai sebuah produk pun perlahan naik. Rasanya agak sedih, meski kenaikannya tidak seberapa, namun bagi konsumen yang mengedepankan efisiensi anggaran, setiap rupiah tentu punya cerita. Pengalaman Membeli Beras di Warung "Modern" Awal Januari 2026, saya kembali membeli beras SPHP. Pilihan saya jatuh pada sebuah warung sembako langganan. Tempatnya tidak besar, bahkan cenderung mungil, namun ia punya posisi yang unik karena berani berdiri tepat di depan sebuah minimarket modern (Indomaret). Ada satu hal menarik yang saya apresiasi dari warung ini: adaptasi teknologinya. Sang penjual telah memperbarui metode pembayarannya menggunakan QRIS. Dulu, saat awal belanja, fitur ini sempat ada namun kemudian ditiadakan karena kendala teknis. Kini, QRIS kembali hadir me...

⚽ Gonzalo Garcia Pecah Telur: Hat-trick Debut yang Mengguncang Santiago Bernabéu

Gambar
[ Artikel 89#, kategori Real Madrid ] Momen yang dinanti-nanti dari seorang penyerang muda jebolan akademi Real Madrid akhirnya tiba. Gonzalo Garcia , nama yang mulai mencuri perhatian sejak FIFA Club World Cup 2025, resmi mencetak gol debutnya di La Liga bersama tim utama. Menariknya, ia tidak hanya mencetak satu gol, melainkan langsung mengemas hat-trick . Nama lengkapnya adalah Gonzalo García Torres . Penyerang berusia 21 tahun ini tampaknya mulai mendapatkan kepercayaan penuh dari sang entrenador, Xabi Alonso, yang belakangan lebih sering memilihnya dibandingkan Endrick . Perjalanan Menuju Gol Perdana Sejauh ini, Gonzalo hampir selalu mendapatkan menit bermain, baik masuk sebagai pemain pengganti maupun dipasang untuk mendampingi Kylian Mbappé di lini depan. Namun, sebagai seorang penyerang, tekanan tentu besar karena gol yang dinanti tak kunjung datang meski menit bermain terus diakumulasi. Kesabaran itu membuahkan hasil pada 4 Januari 2026 . Saat Real Madrid menjamu Real Beti...

🧗 Memilih Bertahan: Realitas Blogging dan Pinjaman Pertama di Tahun 2026

Gambar
[ Artikel 23#, kategori Keuangan ] Andai saja arus kas masuk berjalan rutin, tentu saya tidak akan kembali menyentuh pinjaman. Namun, realitas pekerjaan yang sedang lesu memaksa saya untuk mengambil langkah ini. Bagi sebagian orang, pinjaman online (pinjol) mungkin dianggap bukan solusi, bahkan dicap sebagai penyakit yang perlahan menggerogoti hidup. Namun, dalam posisi terjepit, saya memilih untuk melangkah sembari berucap bismillah . Mari tetap berjalan. Dulu, ungkapan "mati satu tumbuh seribu" terasa heroik. Kini, frasa itu justru memiliki konotasi negatif jika dikaitkan dengan siklus pinjol yang seolah tak ada habisnya. Saya sadar sepenuhnya saat mengambil pinjaman baru di awal tahun 2026 ini. Menghidupi aktivitas blogging dan keseharian memang butuh modal yang nyata. Kuota internet, biaya transportasi, hingga asupan makanan dan minuman yang baik demi menjaga mood menulis, semuanya membutuhkan biaya. Bergantung pada Keberuntungan dan Kerja Keras Saya bukan seorang pewari...

🥢 Seni Bertahan Hidup: Kembali ke Tempe demi Menjaga Nafas Kantong

Gambar
[ Artikel 11#, seni bertahan hidup ] Mengawali lembaran awal tahun 2026, saya kembali pada rutinitas lama yang sempat ditinggalkan. Sebuah pilihan yang mungkin bagi sebagian orang terasa menjemukan, namun bagi saya, ini adalah strategi jitu: kembali menjadikan tempe sebagai teman setia di atas piring nasi. Keputusan ini murni didasari atas perhitungan logis. Dunia yang saya jalani saat ini rasanya sedang tidak ramah dengan isi dompet. Tidak perlu merasa iba, karena ini adalah jalan ninja yang saya pilih dengan sadar. Saya baik-baik saja, bahkan sangat antusias untuk berbagi cerita tentang "seni bertahan hidup" versi saya tahun ini. Dilema Pare: Kemewahan yang Cepat Berlalu Beberapa waktu lalu, saya sempat jatuh cinta pada sayur pare . Lucu memang, dulu saya sangat membenci rasa pahitnya. Kasusnya persis seperti saat pertama kali saya menginjakkan kaki di Kota Semarang dan mencicipi Loenpia. Awalnya asing, lama-lama malah jadi kegemaran yang bikin ketagihan. Namun, belakangan...

🎉 Selamat Tahun Baru 2026

Gambar
[ Artikel 159#, kategori catatan ]  Selamat Tahun Baru 2026. Mengawali lembaran kalender kali ini, saya justru merasa sedang "dipaksa" bertarung dengan realita. Ada pergeseran makna yang cukup kontras dalam keseharian saya. Jika dulu bekerja adalah upaya mencari penghasilan, kini bekerja rasanya lebih tepat disebut sebagai upaya membayar cicilan. Siklusnya seolah tak putus; lunas satu pinjaman, muncul tagihan lainnya yang memaksa saya kembali mengambil pinjaman baru. Sebuah dinamika hidup yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya, namun kini menjadi kawan setia dalam perjalanan. Tahun Baru yang Sunyi dan Menenangkan Ada perbedaan mencolok pada transisi tahun ini dibanding tahun lalu. Jika di penghujung 2024 saya masih aktif berlari di lapangan mini soccer , akhir tahun 2025 kemarin saya justru lebih memilih kenyamanan di dalam rumah. Tim sepak bola hari Kamis sudah memutuskan libur jauh-jauh hari, sehingga praktis aktivitas fisik terakhir saya berhenti di Senin malam. Menari...