Pria Tidak Berdaya
Teh Celup Gunung Satria. Jujur saja, merek ini masih terasa asing di telinga saya. Ia hadir sebagai salah satu "jatah bulanan" yang diberikan oleh orang rumah. Siapa sangka, berkat teh inilah, kebiasaan minum kopi saya yang sudah bertahan selama 15 tahun belakangan mendadak tergeser.
Saya adalah penikmat kopi yang, alasannya sederhana, hanya demi menambah konsentrasi. Mengubah kebiasaan dari kopi ke teh memang terasa agak aneh, tetapi Teh Celup Gunung Satria berhasil melakukannya. Sejak kehadirannya, saya jadi rajin minum teh, membuat rutinitas ngopi saya otomatis terpinggirkan.
Apa rahasianya? Jawabannya sebenarnya sangat sederhana: Saya jatuh cinta pada aromanya saat diseduh.
Efek yang ditimbulkan saat mencium aroma teh ini sungguh instan. Perasaan tenang, nyaman, dan rileks. Tiga hal ini adalah sesuatu yang sedang saya cari dan butuhkan belakangan ini. Bahkan, untuk memaksimalkan aroma agar lebih enak dihirup, saya punya trik kecil: merendam teh celupnya agak lama di dalam botol air.
Meskipun Gunung Satria sangat membantu dalam urusan relaksasi, saya harus mengakui bahwa meminum teh celup ini tidak sepenuhnya dapat menggantikan peran kopi, terutama saat saya sedang membutuhkan konsentrasi penuh, misalnya ketika sedang menulis.
Hal ini sedikit disayangkan, padahal satu kotak Teh Celup Gunung Satria ini berisi 25 tea bag. Jika dilihat dari sisi harga, tentu jauh lebih murah dan hemat ketimbang membeli satu sachet kopi.
Pada akhirnya, ini adalah pengalaman baru yang menyenangkan. Sebuah penemuan yang berhasil menambah pilihan dalam hidup agar rutinitas harian tidak terasa monoton.
Artikel terkait :
Komentar
Posting Komentar