Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

[Pekan 27 Liga Inggris] Newcastle 1-0 MU, Kekalahan ke-7 Semua Kompetisi


[Artikel 48#, kategori MU] Pinggirkan dulu penyesalan tim yang kalah kembali dan menjadikan statistik di angka 7 untuk jumlah kalah musim ini (Semua kompetisi) hingga tulisan ini saya buat. Saya ingin lebih melihat sebuah permainan yang menakjubkan yang mungkin akan jadi pakem musim mendatang bila mengharapkan gelar, mengingat poin dengan pimpinan klasmen yang semakin sulit dikejar. 

Malam Senin (11/2), meski bermodal layar Smartphone sebagai kepuasan menyaksikan pertandingan kali ini, gairah dan antusias saya kali ini lebih besar. Meski sempat histeris di menit-menit akhir pertandingan setelah kebobolan, koneksi internet tiba-tiba terputus. Hadirnya Sanchez memang memberi aura baru permainan tim yang lebih cepat, bertenaga dan aktif.

Mantan pemain Arsenal ini memang baru beberapa pekan bergabung dengan tim, bisa dibayangkan bila ia semakin padu dengan Lukaku dan yang lain. Sangar! Begitulah pendapat saya. 

Selama pertandingan, Lukaku sangat dimanjakan Sanchez. Hanya saja masih belum beruntung saja mengubah skor. Padahal Lukaku sudah berhasil mencetak gol yang sayangnya dianulir karena ada pelanggaran.

Tim memang harus mengakui keunggulan tuan rumah yang begitu baik bertahan. Gol indah Matt Ritchie di menit 65 menghancurkan pertahanan yang digalang duet Smalling dan Jones. 

Saya tidak tahu lagi bicara apa bila melihat permainan yang sangat baik namun hasilnya di luar perkiraan. Untuk menyalahkan beberapa pemain memang mudah. Biarlah itu disampaikan bos langsung kepada para penggemar seperti kami.

Jalannya pertandingan 



Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger