Review Film I Belong to You (2016)


Film ini benar-benar membuat saya sedih. Mungkin karena umur dan juga pengalaman hidup yang memperkuat ceritanya menjadi sesuatu yang lebih sekedar kata terikat dan kehilangan. Entah, apakah yang saya rasakan dapat dirasakan penonton lainnya.

Tema besarnya tentang radio. Dua orang yang awalnya berpasangan memutuskan berpisah. Si wanita mulai kehilangan gairah cintanya dan meminta hal tersebut. Si pria yang menjadi pemeran utama film ini akan menjadi tokoh utama dibalik kisah lainnya.

Awalnya cerita biasa saja. Tak menyangka sang sutradara memberi beberapa porsi cerita tokoh lainnya yang akhirnya membuat saya benar - benar sedih.

Ada kisah sahabat si pemeran pria yang memiliki hubungan 8 tahun dengan seorang wanita cantik. Tentu rasanya sangat bangga, termasuk saya, bahwa pria yang wajahnya digambarkan biasa dan kurang menarik itu memiliki pasangan yang cantik.

Pria ini sangat percaya dengan pasangannya yang LDR sangat lama dan akhirnya memutuskan datang kepadanya. Hubungan mereka sendiri udah berjalan sejak kuliah. Pria baik dan sangat percaya pada si wanita saat si wanita mengalami masalah.

Keputusan wanita yang lama tidak bertemu tersebut membuat si pria ingin memberi kejutan dengan melamar si wanita. Namun apa yang terjadi, wanita tersebut sepertinya sadar bahwa pria yang dipacarinya tidak ganteng meski banyak berkorban untuknya.

Si wanita datang rupanya ingin putus dengan baik - baik. Si pria terkejut dan berusaha sadar diri dan tabah. Setelah si wanita pergi dengan taksi, pria tersebut mengejarnya dan tidak rela diputusin. Sungguh itu tragis sekali.

Cerita ketiga datang dari kerabat si pemeran pria utama yang berpacaran dengan seorang Polisi Wanita. Hubungan mereka menarik karena yang agresif si wanita. Mereka akhirnya jatuh cinta dan memutuskan akan menikah.

Sayangnya si pria yang pandai dalam hal penemuan tentang teknologi, berakhir tragis setelah menyelamatkan pasangannya dari serbuan preman yang ingin menghukum si Polisi Wanita. Si pria tewas. Lagi-lagi dibuat sedih melihat si wanita yang sudah siap menikah kembali gagal.

Dan terakhir, kembali ke pemeran pria utama yang memiliki partner baru setiap siaran radionya ternyata partner yang seorang wanita menyukainya. Namun si pria terlambat menyadari dan menyesal setelah si wanita partnernya memutuskan pergi. Si wanita berpikir bahwa si pria sebaiknya kembali dengan mantan pacarnya yang juga berada dalam satu perusahaan radio.


...

Ada sesuatu yang menarik yang membuat saya sangat suka dengan ceritanya hingga membuat emosi saya pun teraduk-aduk. 

Seberapa lama kamu berpacaran, seberapa kamu mencintai dan seberapa kamu berkorban, seseorang yang kamu sayangi pada akhirnya memutuskan pergi.

Egois? Tidak juga. Hanya saja ketiga ceritanya membuat saya sadar dengan apa yang terjadi pada saya atau kamu yang membaca. Kalau kamu merasa duniamu hancur karena cinta, cobalah lihat orang lain yang ditinggal pergi oleh pasangannya.

Ada yang lebih tragis dari kamu. Mungkin kamu harus sedikit bersyukur atas takdir hari ini yang kamu dapatkan. Kamu boleh mengingat masa lalumu di film ini.

Kamu bisa menangis, kamu bisa bersedih dan setelah itu, kamu harus kembali ceria. Inilah hidup dan harus kita jalani hingga akhir dipenghujung jalan garis kehidupan kita.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini