Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Piala FA: MU Menang 3-1 Lawan Reading, Casemiro 2 Gol

[Artikel 119#, kategori MU] Terakhir nulis tentang Manchester United pada bulan Oktober tahun lalu (2022). Entahlah, saya mulai  kehilangan gairah sejak itu. Apalagi semenjak Ronaldo pindah. Sekarang, saya berusaha kembali. Casemiro jadi alasan saya menulis ini.

Nama Casemiro sepanjang bulan Januari terus menjadi pembeda. Kemenangan demi kemenangan ditorehkan. Salah satu pengaruhnya yang terbesar ketika ia tidak main saat melawan Arsenal. Ya, MU kalah dengan skor akhir 3-2. Gol terakhir yang membuyarkan harapan tim.

Piala FA

Minggu dini hari (29/1), pemain 30 tahun ini kembali setelah absen kemarin. Melawan Reading yang notabene bukan dari divisi yang sama, pelatih tetap menurunkan tim terkuatnya. Saya tidak peduli apa yang ingin dilakukan pelatih, saya hanya ingin melihat Casemiro. Itu saja. 

Dan benar, Casemiro menjadikan pertandingan kali ini sebagai panggungnya untuk bersinar. Dengan 2 golnya, MU seperti bermain di level yang berbeda.

Entah kenapa gol ketiga dicetak gelandang Brazil lainnya, Fred. Kemana para pencetak gol dari penyerang depan atau nama Rashford yang akhir-akhir ini terus mencetak gol. Andai kedua pemain tersebut tidak mencetak gol, akankah MU kembali ke level standarnya?

Debut pemain muda

Selama pertandingan juga ada hal menarik lainnya. Ada wajah yang kurang familiar masuk menggantikan Casemiro. Saat saya mencari tahu, pemain bernama Kobiie Mainoo ini baru berusia 17 tahun. 

Ternyata sudah debut di Piala Carabao Cup bulan Januari ini juga saat melawan Charlton dan situasinya pun sama, pengganti Casemiro.

📸 Twitter Casemiro

...

Casemiro benar-benar menjadi pembeda. Meski senang dengan performa tim, kekhawatiran juga ikut menyertai apabila terjadi seperti melawan Arsenal. Siapa tahu dia kena hukuman larangan bermain atau cedera. Dan tim tentu sangat dirugikan andaikan Casemiro tidak bermain.

Tapi, yasudahlah. Mari melihat sampainya akhir musim. Semoga ada Piala yang berhasil diraih di musim perdana Casemiro bersama Manchester United.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini