Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Susahnya Mengubah kebiasaan di Umur 30 tahun


[Artikel 34#, kategori pria 30 tahun] Menjadi pria lebih dewasa, bukan berarti tua, rasanya sangat menyenangkan. Terutama soal umur. Meski kadang-kadang ada pula yang belum. Sikap lebih bijaksana dalam melihat masalah atau memutuskan sesuatu. Akan tetapi?

Itu membawa juga sesuatu yang tidak kita sadari. Kebiasaan. Bisa prilaku, juga bisa hal lainnya. Makanya, sebelum sampai di sini (seperti saya atau pria 30 tahun lainnya), cobalah melakukan kebiasaan yang baik.

Bayangkan dirimu yang masih berumur 20 tahun hingga 28 tahun mengetahui informasi ini. Kalau saya, pasti akan melakukan hal terbaik direntang umur segitu dalam bersikap.

Meski hasilnya saat di umur 30 nanti jadi baik, informasi ini juga jadi bumerang rasanya. Masa muda (20-an) adalah waktunya bersenang-senang, mencoba sesuatu yang menantang tapi tetap dalam batas wajar.

Kebiasaan yang seperti candu

Saya melihat sekitar, orang-orang yang mulai berada disekitaran seperti saya. Tidak banyak, tapi sedikit contoh dari saya dan pengalaman ini, setidaknya berguna.

Kebiasaan seperti candu. Niat saja tidak cukup, hanya sebuah omongan yang terdengar di dalam pikiran. Hari ini mengatakan bisa, esok hari sebaliknya.

Kebiasaan yang dibawa dari umur 20 tahun seperti orang-orang yang sudah terbiasa merokok. Saya tahu orang yang tidak lepas karena rokok ini. Seperti itulah kebiasaan. Sangat sulit dan seolah terus diperjuangkan.

Kebiasaan bila positif tentu baik bagi orangnya. Namun tidak demikian bila itu sebaliknya. Dampaknya pada sekitar, sehari-hari dan pandangan masa depan.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini