Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

1 Tahun dari Sekarang


Ketika diberitahu soal waktu 1 tahun dari sekarang, sepertinya saya harus sudah ancang-ancang dari sekarang. Setahun itu sangat cepat menurut saya. Dan saya berharap tidak terlambat karenanya.

Kalimat ini diutarakan dari salah satu adik pemilik rumah yang berencana melanjutkan kuliah. Semacam S2 bahasanya. Keputusan yang tidak mudah namun pilihan untuk lebih baik.

Apa yang terjadi setahun kemudian?

Pastinya saya tidak tahu. Namun buat saya di masa depan saat membaca ini kelak, saya sedang menulis setelah isya di depan laptop dengan lampu meja belajar yang menyala.

Semoga saat membaca ini, saya tidak melakukan hal yang sama seperti saat tulisan ini jadi. Apakah saya masih berada di Semarang atau sedang ada acara di luar kota? Entahlah.

Yang saya pikirkan

Saya berharap punya tabungan dan kalau bisa, menikah tahun depan. Soal tabungan tentu saja harap-harap cemas karena memilih profesi sebagai bloger (tanpa adsen), tidak mudah memiliki penghasilan tetap.

Sedangkan menikah, sudah seharusnya dengan umur tahun depan yang bakal menginjak 34 tahun. Di umur segitu, sudah sulit rasanya memilih. Syukur ada yang mau dan itu sesuai kriteria.

Dan juga, saya harap masih bertahan di Semarang. Kalau bisa punya rumah sendiri meski kecil atau kontrak kalau terpaksa nyicil. Selama ini selalu mengurusin rumah keluarga dan tentu tidak mungkin selamanya berada di sana.

...

Satu tahun dari sekarang, saya berharap memiliki kekuatan. Kekuatan finansial, kekuatan menjaga kondisi tubuh agar terus sehat, kekuatan mengatur keuangan dan kekuatan dalam hubungan asmara.

Selamat datang di halaman ini buat diri saya di masa depan (1 tahun kemudian).

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini