Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Sepatu Legenda


[Artikel #62, kategori catatan] Juli 2019, sepatu ini lagi-lagi terbang ke Jakarta untuk acara ASUS. Jangan berpikir berlebihan terbang itu gimana. Hanya sebuah ungkapan bagaimana sepatu ini menjadi legenda.

Saya ingin mengenang sepatu ini sebelum nantinya benar-benar rusak. Ya, ini sebenarnya sudah sedikit robek dibagian belakangnya. Tapi saya tetap bertahan untuk sekarang.

September 2016

Waktu itu ada acara ASUS di Bali untuk launching Zenfone 3. Salah satu aktivitasnya adalah permainan mencari sesuatu yang mau tidak mau menggunakan pakaian santai dan sepatu aktivitas (olah raga).

Terpaksa karena tidak mungkin pinjam yang sebelumnya sudah pinjam, eh hilang. Dan karena memang tidak punya sepatu waktu itu, saya akhirnya membelinya. Barang KW, begitu dikenali oleh salah satu jurnalis saat kami satu tujuan waktu itu. 

Saya tak menyangka bahwa sepatu itu jadi perhatiannya saat saya memakainya. Karena brand sepatunya mungkin. Waktu membeli, saya hanya memikirkan harga dan betapa nyamannya di kaki.

Juli 2019

Tiga tahun berlalu, sepatu ini mulai sobek-sobek bagian belakangnya. Saya tidak menduga bahwa bagian belakangnya yang malah rusak duluan. Meski berharap terus tahan, biasanya rusak ada pada bagian depan.

Sepatu ini adalah satu-satunya yang saya gunakan, baik acara formal mau pun non formal. Tapi bukan juga untuk acara pernikahan saya gunakan. Beberapa acara di hotel yang berisi pejabat, saya tetap menggunakannya dengan balutan pakaian santai (kaos dan jaket).

Banyak kenangan yang saya lewati bersama sepatu ini. Bahkan berkencan dengan mantan saya pun menggunakan sepatu ini. Bila sepatu ini adalah seorang wanita, mungkin saya juga ditinggalin karena tidak mampu merawatnya.

Tiga tahun berlalu, apakah tidak ingin menggantinya? Apakah itu juga sebuah ungkapan kesetiaan dibalik kantong kering yang melihat kepentingan lain lebih baik digunakan untuk itu.

Harapan mengganti sepatu baru tentu juga ada. Saya tahu ini memalukan dilihat orang-orang, apalagi yang sering bertemu. Tapi rasa nyaman dan kebiasaan adalah yang lebih penting di sini.

Menjadi sepatu legenda

Suatu hari saat akhirnya saya memiliki sepatu baru, sepatu ini akan saya jadikan legenda. Sepatu yang bukan saja teman dalam segala aktivitas, tapi juga nilai-nilai dan kenangan yang digunakan.

Andai saya punya museum pribadi, mungkin saja saya akan mengabadikannya. Hanya sebuah pikiran, tak perlu dipahami begitu jelas. 

...

Ketika kekurangan membuat kita tidak percaya diri, saya tahu bahwa satu-satunya yang membuat kita kuat adalah nilai kesetiaan. Ya, itu patut dibanggakan. 

Hari ini, esok dan masa depan, cobalah bertahan dan lakukan yang terbaik.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini