Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Menjadi Pemarah di Bulan Februari


Semua orang berharap hari-hari yang dilaluinya baik-baik saja. Tentu saja, saya pun demikian. Tapi harapan tinggal harapan, saya ingin marah rasanya. Meluapkannya, melepaskan dari pikiran yang menganggu.

Beberapa hari ini, hari-hari yang saya lalui begitu berat. Bukan tentang kehidupan, tapi perasaan. Saya tidak memikirkan bahwa kupu-kupu yang terlihat pagi hari akan jadi kenyataan. Ada tamu yang datang dan itu membuat saya tidak enak.

Satu belum selesai, baru saja saya dibenamkan dengan sangat kuat. Perasaan tentang hubungan yang ingin saya nikmati dan membuat saya bahagia, saya tidak tahu bahwa hari-hari yang dilalui masih saja salah.

Kegembiraan, perhatian, kasih sayang, sepertinya tidak berarti. Seolah saya ditampar oleh kenyataan. Menjadi pria yang lebih baik itu tidak berguna saat membuat perhatian menjadi malapetaka.

Menjadi pemarah

Saya ingin marah sekali, tapi hanya tersimpan di dalam hati. Tidak boleh, tidak boleh. Hati kecil saya melawannya. Dua kali menjatuhkan harga diri, saya kira ketiga kalinya saya akan benar-benar pergi.

Saya ingin marah, semua rasanya dipegang olehnya tapi tetap saja salah. Semakin digas, semakin rasanya perasaan itu semakain jauh. Sebaliknya, semakin diberi keluasan tanpa gangguan. Yang ada saya hanya bertambah marah. Saya benar-benar kehilangan kesabaran karena dicuekin.
Anda mungkin merasa sedikit pemarah bulan ini, dan tidak ingin banyak bersosialisasi.Tentang Cancer bulan Februari 2019. 
...

Awal Februari sangat-sangat tidak menyenangkan. Apakah sudah harus kembali menata masa depan yang sudah ditanamkan dari awal tahun. 

Marah ini akhirnya hanya sebuah kesedihan dengan apa yang terjadi pada diri sendiri. Apakah saya pantas, apakah saya tidak berguna, dan hal-hal yang akhirnya membuat rasa percaya diri runtuh.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini