Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Kapan Terakhir Malam Mingguan Bersama Pasangan?


[Artikel 43#, kategori Pria Seksi] Sudah meninggalkan Januari, tapi tak kunjung memanjakan diri. Malam minggu yang dinanti, hanya kata nanti dan nanti. Apakah ini sebuah peringatan untuk mengatakan pada diri sendiri, bahwa tak pantas melihat dua sejoli seorang diri yang sedang bermain hati?

Ternyata tidak mudah jatuh cinta di usia sekarang. Menemukan pasangan yang dibayangkan, tapi harapannya tetap tak sesuai. Seperti sebuah kemunduran dari terpaan masa muda yang pernah datang. 

Mengapa sulit seseorang diajak malam mingguan bersama pasangan? Apakah pasangan hanya sebuah kepuasan batin karena merasa memiliki tapi tak bisa dilakukan.

Saya berharap memiliki malam minggu. Seperti dua orang yang berada di depan saya ini. Menikmati malam, memberikan kehangatan, bercerita tentang sudut pandang dan tentu saja, saya harus berpegang tangan dengannya.

Sudah lama rasanya saya selalu memberi alasan bahwa malam minggu itu lebih senang menonton pertandingan sepak bola. Apakah tidak ada alasan kuat untuk saya mencari alasan keluar dari tontonan tersebut?

Kadang saya jenuh, atau melarikan diri dari pikiran malam minggu. Tapi tetap saja tidak bisa. Saya ingin mengatakan kepada para kekasih yang bisa menikmati malam minggu, kalian beruntung.

Saat kalian jatuh cinta, luapkan saja dan pegang erat pasangan kalian. Karena terkadang para pria bisa menjadi dua wajah yang bisa menakutkan.

Sisi baik, ia akan rela berkorban. Namun sisi lain yang begitu menakutkan adalah kehilangan rasa cinta. Jangan sampai ia mengatakan bosan dan menyalahkan mereka.

...

Untuk pertanyaan judul di atas, saya menjawab belum pernah.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini