Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tanggal 14 Februari 2024, Antara Valentine dan Pemilu

[Artikel 131#, kategori catatan] Hari yang ditunggu jutaan masyarakat Indonesia akhirnya tiba juga. Sayangnya, semangat itu sudah dihadang hujan yang datang sejak pagi hari. Semacam romantisme, memilih antara nasib negeri atau sekedar memayungi diri sendiri. Alias tidak peduli.

Halo, Rabu. Momen penting negeri ini saya pikir perlu dicatat dalam kisah saya (blog). Karena dalam 5 tahun ke depan, pasti akan banyak perubahan. Dan saya berharap tidak berdampak negatif dalam perjalanan blogging saya bersama dotsemarang.

Hujan yang mengguyur 

Entah apakah masih karena imlek atau pertanda bahwa momen Pemilu yang bersamaan hari Valentina direstui oleh pemilik semesta. Hujan mengguyur Ibu Kota (Jawa Tengah).

Bukan hanya Kota Semarang yang dari pagi hari sudah diterpa hujan, tapi juga beberapa kota di Tanah Air mengalamai hal serupa.

Unik sebenarnya, apalagi saat menjelang siang hari yang kembali cerah. Bahkan, sore hari terasa gerah karena matahari semakin menyengat.

Tahun 2019

Saya sangat jarang membahas politik di dalam blog karena temanya terlalu berat dan rasa tanggung jawabnya juga sangat besar. Pilihannya, saya hanya menuliskannya jika itu berhubungan dengan hal sehari-hari.

Seperti yang saya lakukan pada tahun 2019. Saya iseng mencari artikel yang berhubungan dengan pemilu, hasilnya ternyata ada. Pemilu saat itu jatuh pada hari Rabu, apakah dejavu dengan tahun 2024?

Dalam artikel yang saya tulis, saya menghubungkannya dengan aktivitas futsal yang saat itu masih bermain pada hari Jumat malam. Kami memutuskan libur karena ada momen pemilu dan kemudian hari peringatan Wafat Yesus Kristus.

Saya merindukan tim hari Jumat. Karena mereka, saya kembali ke lapangan futsal usai vakum panjang. Beberapa orang dari tim hari Jumat, masih bermain dengan saya tiap hari Selasa dan Kamis.

...

Siapa pun yang jadi Presidennya kelak, saya hanya ingin hidup normal seperti biasa saja. Saya menghormati semuanya dan berharap negeri ini tentu lebih baik lagi.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini