Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Nasi Kotak dan Kejutan Kecil di Minggu Siang

[Artikel 4#, kategori makanan] Minggu siang, 13 April 2025, nasib baik menghampiri saya secara tak terduga. Awalnya, hanya sapaan ringan dengan pak security perumahan, seperti biasa. Tapi tiba-tiba, beliau menyerahkan sebuah nasi kotak. "Wah, makan mewah hari ini!" gumamku dalam hati. Dengan senyum, saya mengucap terima kasih sambil bergegas ke dapur, masih menyisakan obrolan singkat yang hangat.

Di perumahan perkotaan seperti ini, tradisi mengirim nasi kotak sudah jadi hal biasa. Biasanya, ini tanda ada acara—entah hajatan atau syukuran—dengan undangan terbatas untuk keluarga atau kerabat dekat. Tetangga seperti saya? Cukup menikmati kiriman makanan di rumah tanpa perlu datang ke acara.

Nasi kotak yang kuterima ini terasa seperti kemewahan. Maklum, di tengah hari-hari sederhana dengan nasi dan tempe, kehadiran nasi kotak ini bagaikan kejutan kecil yang istimewa. Bagi sebagian orang, mungkin ini hal biasa, tapi bagiku, ini lebih dari sekadar makanan—ini tentang kebaikan yang tak terduga.

Kejutan ini datang di saat saya sedang berjuang menjalani hidup apa adanya. Terima kasih untuk kiriman ini, dan maaf jika saya tak sempat hadir di acara. Kadang, hidup di perumahan begini memang lucu—tiba-tiba ada acara, tiba-tiba selesai, dan tiba-tiba pula nasi kotak mendarat di meja makan.

Semoga kebaikan ini membawa berkah untuk kita semua!

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini