Postingan

Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

⚽️ Jersey Baru Sanmaru FC: Simbol Semangat di Angka 40

Gambar
[ Artikel 19#, kategori mini soccer ] Tahun 2026 menjadi momentum di mana semangat tim hari Kamis terasa begitu meluap. Gairah tersebut akhirnya bermuara pada keputusan untuk merilis jersey baru. Awalnya, sempat ada kebimbangan mengenai seragam untuk posisi kiper—apakah perlu mendaftar khusus atau mengikuti desain tim secara keseluruhan. Biasanya, jersey penjaga gawang memang sering kali menyesuaikan arus besar desain tim. Memasuki akhir Januari, penantian itu tuntas. Jersey baru ini akhirnya resmi dipamerkan di lapangan. Momentum kebanggaan ini pun diabadikan dengan apik melalui jasa fotografer, memastikan setiap detail dan rasa syukur tim terdokumentasi dengan maksimal. Saya pribadi akhirnya memutuskan untuk ikut mendaftar setelah beberapa kali hanya menjadi penyimak dalam obrolan panjang di grup perpesanan. Dorongan kuat dari rekan-rekan yang sering mengajak bermain bola menjadi alasan utama saya tidak melewatkan rilisan kali ini. Refleksi di Balik Nomor Punggung 40 Pilihan nomo...

⚽ Cedera Jari Manis yang Tak Terduga

Gambar
[ Artikel 18#, kategori mini soccer ] Setiap kali selesai menunaikan ibadah Maghrib, saya selalu menyempatkan diri untuk berdoa sebelum berangkat ke lapangan hijau. Harapannya sederhana: diberi keselamatan, dijauhkan dari cedera, dan kembali ke kamar dalam kondisi utuh tanpa kurang satu apa pun. Namun, kenyataannya berkata lain. Harapan tersebut tidak sepenuhnya terkabul malam itu; jari manis tangan kanan saya justru mengalami cedera saat bermain Senin malam (12/1). Kronologi yang Sedikit Konyol Jika dibayangkan, mungkin orang akan mengira cedera ini terjadi karena benturan keras antar pemain atau aksi heroik saya saat terbang menepis bola layaknya kiper profesional. Nyatanya? Jauh dari kesan heroik. Ada cerita menarik, atau lebih tepatnya konyol, di balik cedera ini. Jari manis saya terkilir bukan karena kontak fisik, melainkan karena tersangkut rumput lapangan saat saya berusaha menangkap bola. Terdengar lucu, memang, tapi itulah realita yang saya hadapi. Meski merasa sedikit ko...

🚨 Akhir Prematur Xabi Alonso di Real Madrid: Mengapa Ia Gagal?

Gambar
[ Artikel 90#, kategori Real Madrid ] Kabar mengejutkan menghampiri para pendukung Real Madrid pagi ini, Selasa (13/1). Hanya berselang sehari setelah kekalahan menyakitkan dari Barcelona di Final Piala Super Spanyol, klub resmi mengumumkan perpisahan dengan Xabi Alonso. Sebuah keputusan yang langsung memicu riuh di berbagai platform media sosial. Sebenarnya tak mengejutkan sama sekali karena sudah ditandai usai kalah lawan manchester City di Liga Champions bulan Desember kemarin. Saya melihat kekalahan dari rival abadi menjadi titik nadir yang tak terelakkan. Andaikan trofi itu berhasil diraih, mungkin napas Xabi di kursi kepelatihan sedikit lebih panjang. Namun, tekanan di klub sebesar Real Madrid memang tidak mengenal kompromi. Menariknya, manajemen seolah memberikan restu instan saat Xabi mengajukan pengunduran diri—sesuatu yang mungkin tak terjadi jika lawannya bukan Barcelona. Filosofi yang Terbentur Ego Bintang Sejujurnya, tidak ada yang salah dengan ambisi Xabi. Ia datang denga...

🚴‍♂️ Di Balik Layar Belajaraya 2026 Semarang: Tentang Sepeda dan Semangat yang Tak Redup

Gambar
[ Artikel 39#, kategori Dibalik Layar]  Saya sempat mengira akan menjadi satu-satunya wajah yang familiar saat melangkah menuju lokasi acara pertama di tahun 2026 ini. Namun, dugaan saya meleset. Di salah satu sudut Wisma Perdamaian pada akhir pekan Januari itu (10/1), saya menjumpai binar antusiasme dari peserta yang hadir. Sebuah pemandangan yang menyadarkan saya bahwa geliat literasi di Semarang masih jauh dari kata usai. Mengawali tahun, aktivitas luar jaringan (offline) dibuka dengan tajuk kolaborasi antar-komunitas. Kata 'kolaborasi' memang masih terdengar manis dan penuh harapan, meski saya menyadari bahwa agenda ini merupakan bagian dari rangkaian promosi menuju perhelatan yang lebih besar di Jakarta nantinya. Bagi saya, itu bukan soal. Misi utama saya hadir sederhana saja: memotret semangat komunitas di Semarang pada tahun 2026. Saya ingin membuktikan sendiri, apakah api itu masih berkobar atau mulai meredup, terutama pada komunitas berbasis literasi yang menjadi fokus...

🏠 Harapan yang Menepi di Awal Tahun

Gambar
[ Artikel 24#, kategori Keuangan ] Awal tahun 2026 ini terasa sedikit berbeda. Saat sedang menempuh perjalanan menuju sebuah acara, ponsel saya bergetar. Karena kebetulan jalanan sedang sepi, saya memutuskan menepi sejenak untuk memeriksa WhatsApp. Ada dua pesan masuk dari nama yang sangat familiar: pemilik rumah—atau lebih tepatnya, keluarga sendiri. Isi pesannya seragam, menanyakan kontak seseorang yang berkaitan dengan urusan perumahan. Jujur, ada sedikit debar di hati. Apakah ini pertanda baik? Dengan sabar, saya cari kontak yang dimaksud, mengirimkannya kembali, dan melanjutkan perjalanan dengan sejuta spekulasi di kepala. Ternyata Memang "Nothing" Saya sempat mengira instruksi tadi adalah pembuka untuk kabar baik lainnya. Namun, setelah ditunggu, ternyata memang tidak ada apa-apa. Termasuk rutinitas kecil yang biasanya ada: jatah bulanan . Biasanya, si bungsu—anak pemilik rumah—rutin membagikan paket kecil berisi mie instan, kopi, atau teh . Namun, hingga detik ini, su...

🌾 Harga Beras SPHP Mulai Merangkak Naik: Sebuah Pelajaran Tentang Kesetiaan

Gambar
[ Artikel 16#, kategori Produk ] Padahal baru beberapa bulan lalu saya memberikan pujian, tapi nyatanya sekarang harga sudah berubah. Inikah yang disebut sebagai hukum ekonomi? Ketika permintaan terus mengalir tanpa henti, nilai sebuah produk pun perlahan naik. Rasanya agak sedih, meski kenaikannya tidak seberapa, namun bagi konsumen yang mengedepankan efisiensi anggaran, setiap rupiah tentu punya cerita. Pengalaman Membeli Beras di Warung "Modern" Awal Januari 2026, saya kembali membeli beras SPHP. Pilihan saya jatuh pada sebuah warung sembako langganan. Tempatnya tidak besar, bahkan cenderung mungil, namun ia punya posisi yang unik karena berani berdiri tepat di depan sebuah minimarket modern (Indomaret). Ada satu hal menarik yang saya apresiasi dari warung ini: adaptasi teknologinya. Sang penjual telah memperbarui metode pembayarannya menggunakan QRIS. Dulu, saat awal belanja, fitur ini sempat ada namun kemudian ditiadakan karena kendala teknis. Kini, QRIS kembali hadir me...

⚽ Gonzalo Garcia Pecah Telur: Hat-trick Debut yang Mengguncang Santiago Bernabéu

Gambar
[ Artikel 89#, kategori Real Madrid ] Momen yang dinanti-nanti dari seorang penyerang muda jebolan akademi Real Madrid akhirnya tiba. Gonzalo Garcia , nama yang mulai mencuri perhatian sejak FIFA Club World Cup 2025, resmi mencetak gol debutnya di La Liga bersama tim utama. Menariknya, ia tidak hanya mencetak satu gol, melainkan langsung mengemas hat-trick . Nama lengkapnya adalah Gonzalo García Torres . Penyerang berusia 21 tahun ini tampaknya mulai mendapatkan kepercayaan penuh dari sang entrenador, Xabi Alonso, yang belakangan lebih sering memilihnya dibandingkan Endrick . Perjalanan Menuju Gol Perdana Sejauh ini, Gonzalo hampir selalu mendapatkan menit bermain, baik masuk sebagai pemain pengganti maupun dipasang untuk mendampingi Kylian Mbappé di lini depan. Namun, sebagai seorang penyerang, tekanan tentu besar karena gol yang dinanti tak kunjung datang meski menit bermain terus diakumulasi. Kesabaran itu membuahkan hasil pada 4 Januari 2026 . Saat Real Madrid menjamu Real Beti...

🧗 Memilih Bertahan: Realitas Blogging dan Pinjaman Pertama di Tahun 2026

Gambar
[ Artikel 23#, kategori Keuangan ] Andai saja arus kas masuk berjalan rutin, tentu saya tidak akan kembali menyentuh pinjaman. Namun, realitas pekerjaan yang sedang lesu memaksa saya untuk mengambil langkah ini. Bagi sebagian orang, pinjaman online (pinjol) mungkin dianggap bukan solusi, bahkan dicap sebagai penyakit yang perlahan menggerogoti hidup. Namun, dalam posisi terjepit, saya memilih untuk melangkah sembari berucap bismillah . Mari tetap berjalan. Dulu, ungkapan "mati satu tumbuh seribu" terasa heroik. Kini, frasa itu justru memiliki konotasi negatif jika dikaitkan dengan siklus pinjol yang seolah tak ada habisnya. Saya sadar sepenuhnya saat mengambil pinjaman baru di awal tahun 2026 ini. Menghidupi aktivitas blogging dan keseharian memang butuh modal yang nyata. Kuota internet, biaya transportasi, hingga asupan makanan dan minuman yang baik demi menjaga mood menulis, semuanya membutuhkan biaya. Bergantung pada Keberuntungan dan Kerja Keras Saya bukan seorang pewari...

🥢 Seni Bertahan Hidup: Kembali ke Tempe demi Menjaga Nafas Kantong

Gambar
[ Artikel 11#, seni bertahan hidup ] Mengawali lembaran awal tahun 2026, saya kembali pada rutinitas lama yang sempat ditinggalkan. Sebuah pilihan yang mungkin bagi sebagian orang terasa menjemukan, namun bagi saya, ini adalah strategi jitu: kembali menjadikan tempe sebagai teman setia di atas piring nasi. Keputusan ini murni didasari atas perhitungan logis. Dunia yang saya jalani saat ini rasanya sedang tidak ramah dengan isi dompet. Tidak perlu merasa iba, karena ini adalah jalan ninja yang saya pilih dengan sadar. Saya baik-baik saja, bahkan sangat antusias untuk berbagi cerita tentang "seni bertahan hidup" versi saya tahun ini. Dilema Pare: Kemewahan yang Cepat Berlalu Beberapa waktu lalu, saya sempat jatuh cinta pada sayur pare . Lucu memang, dulu saya sangat membenci rasa pahitnya. Kasusnya persis seperti saat pertama kali saya menginjakkan kaki di Kota Semarang dan mencicipi Loenpia. Awalnya asing, lama-lama malah jadi kegemaran yang bikin ketagihan. Namun, belakangan...

🎉 Selamat Tahun Baru 2026

Gambar
[ Artikel 159#, kategori catatan ]  Selamat Tahun Baru 2026. Mengawali lembaran kalender kali ini, saya justru merasa sedang "dipaksa" bertarung dengan realita. Ada pergeseran makna yang cukup kontras dalam keseharian saya. Jika dulu bekerja adalah upaya mencari penghasilan, kini bekerja rasanya lebih tepat disebut sebagai upaya membayar cicilan. Siklusnya seolah tak putus; lunas satu pinjaman, muncul tagihan lainnya yang memaksa saya kembali mengambil pinjaman baru. Sebuah dinamika hidup yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya, namun kini menjadi kawan setia dalam perjalanan. Tahun Baru yang Sunyi dan Menenangkan Ada perbedaan mencolok pada transisi tahun ini dibanding tahun lalu. Jika di penghujung 2024 saya masih aktif berlari di lapangan mini soccer , akhir tahun 2025 kemarin saya justru lebih memilih kenyamanan di dalam rumah. Tim sepak bola hari Kamis sudah memutuskan libur jauh-jauh hari, sehingga praktis aktivitas fisik terakhir saya berhenti di Senin malam. Menari...

⚽ Menjemput Keringat di Mini Soccer PIP Semarang Saat Libur Natal

Gambar
[ Artikel 17#, kategori mini soccer ] Main bola di hari libur nasional selalu punya cerita tersendiri. Bagi saya, 25 Desember kemarin menjadi momen kedua kalinya menjajal rumput Mini Soccer PIP Semarang (Singosari). Ada pemandangan menarik yang sempat terlintas di pikiran; ini rekan-rekan yang biasa dipanggil "Koko" apa tidak ke gereja ya? Pertanyaan itu muncul spontan mengingat jadwal main kami dimulai pukul 06.00 hingga 08.00 WIB. Sebagian besar rekan main memang non-muslim dan warga keturunan Tionghoa. Namun, rasa penasaran itu saya simpan sendiri. Toh, urusan ibadah adalah ranah pribadi, yang terpenting bagi saya adalah semangat mencari keringat dan menjaga silaturahmi di lapangan hijau. Strategis di Tengah Kota Semarang Jika mencari lapangan mini soccer yang benar-benar berada di jantung kota, PIP Semarang adalah jawabannya. Lokasinya sangat strategis, selemparan batu dari Simpang Lima. Keuntungan utamanya tentu masalah akses. Saya bisa menjangkau lokasi ini hanya deng...

⏳ Kesendirian Ini: Sebuah Penebusan Atas Ambisi Masa Lalu

Gambar
[ Artikel 3#, kategori tak berdaya ] Menjelang akhir tahun, perjalanan singkat menuju lapangan mini soccer mendadak berubah menjadi ruang kontemplasi. Di tengah hiruk-pikuk persiapan orang-orang menyambut pergantian tahun, saya justru merasa sedang berjalan di lorong yang sunyi. Tanpa pasangan, tanpa lingkaran sahabat, bahkan terasa jauh dari keluarga kandung. Tahun 2026 sudah di depan mata. Bagi saya, ini bukan sekadar pergantian angka, melainkan gerbang menuju usia 40 tahun. Sebuah angka yang membawa perasaan campur aduk: antara pencapaian yang patut dibanggakan atau justru lubang kekhawatiran yang kian menganga. Harga Mahal Sebuah Ambisi Saya sering merenung, andai saja dulu saya tidak terlalu ambisius menjadikan hobi sebagai sandaran hidup, mungkinkah ceritanya akan berbeda? Gejolak masa muda seringkali menipu; kita merasa hebat dengan nafsu besar dan dukungan yang seolah tak pernah habis dari orang-orang sekitar. Namun, kenyataannya ambisi tersebut menuntut tumbal yang mahal....

⚽ Penutup Tahun yang Berkesan bersama Sanmaru: Mini Soccer, Hujan, dan Pesta Sate

Gambar
[ Artikel 16#, kategori mini soccer ] Momen Kamis terakhir (18/12) kemarin sebelum libur Natal dan Tahun Baru menjadi penutup tahun yang sangat berharga bagi saya dan tim Sanmaru. Tim ini sebenarnya masih seumur jagung di kancah mini soccer . Terbentuk dari penggabungan tim hari Kamis (PKBF) dan tim hari Selasa (FUSAM), Sanmaru baru mulai merumput di lapangan mini soccer sekitar bulan September lalu. Transisi ini bukan tanpa alasan; lapangan futsal yang biasanya kami sewa kini mulai beralih fungsi menjadi lapangan padel. Meski baru beberapa bulan beradaptasi dengan lapangan yang lebih luas, kebersamaan kami terasa semakin solid. Malam itu menjadi momen penutupan tahun yang rasanya akan terus dikenang di masa depan. Antusiasme saya melonjak ketika panitia Sanmaru memutuskan menambah durasi bermain dari 2 jam menjadi 3 jam. Sejujurnya, sempat terselip keraguan. Bermain selama itu tentu sangat menguras fisik, ditambah lagi risiko pulang yang jauh lebih larut. Sebagai pemain yang men...

✨ Ketika Perempuan Sagitarius Jatuh Cinta: Sebuah Nostalgia dan Penyesalan

Gambar
[ Artikel 77#, kategori Cinta ] Saya tidak menyangka awal Desember ini akan membawa suasana melankolis yang begitu dalam. Anehnya, rasa sesak yang hadir bukan karena beban finansial atau peliknya gaya hidup di tengah ekonomi yang terbatas. Ini jauh berbeda. Ada sebuah titik di mana memori lama tiba-tiba mengetuk pintu kesadaran, mengingatkan saya pada satu sosok yang pernah menjadi pusat semesta saya. Perempuan itu adalah seorang Sagitarius . Sosok kentaur pemanah yang tangguh, yang jejaknya masih membekas kuat dalam narasi hidup saya hingga hari ini. Pertemuan di Sudut Kota Semarang Memori itu membawa saya kembali ke masa sebelum dotsemarang berdiri tegak seperti sekarang. Ia hadir sebagai sosok sempurna yang menghampiri saya di Kota Semarang. Saya masih ingat betul momen saat menjemputnya; momen yang menjadi kalimat pembuka dari kisah asmara kami. Saat perempuan Sagitarius jatuh cinta, saya benar-benar merasakan bagaimana rasanya dimanja tanpa batas. Sebagai pria Cancer yang pu...