Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Madrid Kalah di Kandang Sendiri Saat Menjamu AC Milan di Liga Champions: Sudah 3 Kekalahan?

[Artikel 73#, kategori Real Madrid] Belum saja keluar dari momen kekalahan saat melawan Barcelona di Santiago Bernabeu, Madrid malah kembali menuai kekalahan saat pertandingan ke-4 di Liga Champions pada hari Rabu dini hari (6/11). Madrid dibantai 1-3 sama AC Milan. Siapa yang patut disalahkan?

Menjamu AC Milan, pertandingan kali ini dimulai jam 3 dini hari. Saya yang malamnya bermain futsal, terpaksa melewatkan pertandingan dari awal kick-off. Maklum, begitu melelahkan tubuh ini rasanya.

Mbappe seperti koin

Mendapatkan Mbappe ibarat koin uang bermata dua. Label bintang dengan harapan membawa berkah, eh malah sebaliknya. Inkonsisten Mbappe menjadi masalah tersendiri buat tim. Pelatih sepertinya belum menemukan resep bagaimana menjadikannya bagian penting dari tim.

Semua pemain mengerahkan segalanya untuknya. Namun yang terjadi, Mbappe seakan jadi amatiran di skuad. Dari masalah penyelesaian, posisi yang tumpang tindih dan kesempurnaan yang berakibat kecerobohan.

Apakah ini efek gratisan? Sayangnya harapan tinggi yang sudah disematkan kepadanya menjadi alasan orang-orang mulai meragukannya. Berbeda dengan pemain seperti Joselu yang datang bukan berstatus bintang besar.

Kekalahan ke-3 kalinya

Ketika lini semua oke, Madrid menghadapi persoalan masalah rasa percaya diri. Ini tim yang sama seperti musim lalu, namun entah kenapa bebannya jadi lebih besar. Terutama jika bicara penyerang semacam Mbappe.

AC Milan datang dan menang. Seperti mengatakan bahwa persoalan Madrid ada di bagian itu. Jika ingin mempertahankan gelar, Madrid harus sadar betapa mudahnya mereka dihancurkan musim ini.

View on Threads

...

Ini adalah kekalahan yang tidak bisa ditolerin lagi. Kita sudah tahu masalahnya apa, namun apakah pelatih mau mencari solusinya itu persoalannya.

Real Madrid adalah tim besar yang tidak menolerin hasil seri, lalu bagaimana dengan kekalahan? Mbappe harus menurunkan egonya dan melihat benang merahnya jika ingin berkontribusi maksimal.

Namun jika tidak, Madrid musim ini dipastikan tanpa gelar.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini