Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Elclasico Pertama Musim 2024/2025 : Madrid Dibantai Barcelona 0-4

[Artikel 72#, kategori Real Madrid] Menjelang pekan ke-11 La Liga saat Madrid berjumpa Barcelona, saya sampai harus beli jajanan Bolang-baling untuk dimakan dini hari nanti (27/10) pada pagi harinya (26/10). Saya sangat mempersiapkan diri untuk pertandingan klasik ini. Namun semua mendadak salah perkiraan setelah hasil yang diraih.

Ancelotti kali ini patut disalahkan karena egonya yang ingin memberikan panggung pada Mbappe meski sang pemain selalu gagal membobol gawang Barca. Jika ia memahami kondisinya, seharusnya ia mengganti seperti saat melawan Dortmund di Liga Champions sebelumnya.

Biarkan Vini mengambil panggungnya agar tim tidak keluar dari lapangan dengan hanya menunjukkan punggungnya saja (kalah). Sayang ego Ancelotti sangat bebal kali ini.

Lunin kena mental

Babak pertama Madrid sebenarnya menunjukkan siapa tuan rumahnya. Berbagai peluang dilesakkan namun masih saja antara dihalau kiper atau peluit wasit yang ditiup karena dianggap offside.

Jika Mbappe bisa mengubah skor, tentu semangatnya berbeda. Tiap orang setelah kebobolan lebih dari 2 gol sudah pada merasa kalut. Militao paling banyak melakukan kesalahan di belakang.

Sampai-sampai Lunin juga harus kena mental melihat permainan timnya yang kacau balau babak kedua. Lunin yang seharusnya turun dengan rasa bangga karena kiper utama cedera terpaksa gigit jari melihat gawangnya kebobolan 4 kali.

Kekalahan perdana di La Liga

Untuk mencari siapa yang salah, tentu sangat mudah di lapangan. Terutama para pemain. Namun sang pelatih juga harus mengambil tanggung jawab atas keputusannya yang kali ini tidak sesuai prediksi.

Pekan ke-11 La Liga terasa tidak menyenangkan untuk kembali diingat ke depannya. Saya harap Madrid bangkit kembali dan sang pelatih tidak lagi begitu egois mempertahakan Mbappe yang gagal berkontribusi.

Klasmen sementara menempatkan Madrid berada di posisi ke-2 di bawah Barcelona. Jika di La Liga, Madrid baru pertama kali merasakan kekalahan, maka secara keseluruhan ini adalah kekalahan kedua kalinya usai sebelumnya kalah di Liga Champhions.

Post by @asmaridexter
View on Threads

Mari kita terima kekalahan kali ini.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini