Catatan

Pria (Tidak) Berharga

Gambar
Saya melihat teman lama yang perutnya membuncit sedang menggendong anaknya. Terlihat senyumnya yang lepas seakan mengatakan bahwa dialah yang paling bahagia di dunia ini. Sebuah pesan kepada para lelaki bahwa ia sudah tiba digaris akhir seorang pria sukses. Lalu, kapan kamu? Entahlah, saya juga bingung mengapa saya berjalan tidak pada semestinya seperti para pria lainnya yang kerap kali membagikan momen-momen bahagianya dengan pasangan dan anak kesayangannya. Memiliki istri yang rupawan, apalagi setia, cakep tuh disebut keluarga kecil yang bahagia. Inilah kekurangan pada diri saya yang mengaku hebat dalam konsistensi, tapi sulit ekonomi. Pria (tidak) berharga Saya kembali memulai perjalanan baru sebagai pria yang kini menginjak usia 38 tahun. Apa yang akan terjadi sepanjang tahun, saya harap itu sangat berharga.  Di umur sekarang ini, saya percaya bahwa 'laki-laki sukses ada keluarga dibelakangnya yang hebat'. Saya merenung sesaat, andai saja saya bisa kembali mengulang waktu s...

Pulang Siang Kepanasan, Pulang Malam Kehujanan

[Artikel 121#, kategori aktivitas] Tidak menyangka awal bulan sudah disibukkan dengan berbagai kegiatan. Senang sih, apalagi bisa menghadiri acara konferensi GIIAS Semarang tahun 2024. Plus, malamnya lanjut bermain futsal. Namun kebahagiaan itu harus diikuti tantangannya juga.

Tanggal 1 Oktober jatuh pada hari Selasa. Acara yang dinanti-nanti akhirnya tiba juga. Ya, konferensi pers GIIAS yang saya ikuti tiap tahun. Sudah 3 kalinya gelaran ini berlangsung di Ibu Kota Jawa Tengah dan tahun 2024 jadi seri penutup setelah digelar di 3 kota sebelumnya.

Pulang kepanasan

Informasi yang dibagikan selama konferensi GIIAS sudah sebagian saya bagikan di blog dotsemarang. Bisa dilihat nanti di bawah link-nya. Tempat baru dan kapasitas yang lebih besar intinya.

Selesai acara konferensi GIIAS, saya yang sejak awal bersepeda ke tempat acara, saya kembali menggenjot sepeda. Saya jadi ingat acaranya BINUS bulan Agustus kemarin. Pulang siang-siang seperti sudah hal biasa saja.

Orang-orang pasti memahami yang mengerti tentang Kota Semarang. Betapa panasnya siang hari. Ditambah hanya dengan menggenjot sepeda dan lengan tangan tanpa pelindung apapun. Rasanya ingin buru-buru berada di kamar dan lalu minum air yang segar-segar.

Pulang kehujanan

Hanya beberapa jam, saya sudah harus pergi lagi dari rumah. Saya sedang menuju lapangan futsal. Ini perdana bulan Oktober, aktivitas ini juga saya nantikan. Aura hari Selasa selalu lebih menarik ketimbang hari Senin maupun Kamis.

Entah kenapa malam ini saya merasa sudah bermain baik dan bekerja keras, tapi yang lain seakan menjadi penontonnya saja. Padahal kami berada dalam satu tim. Saya sempat tersinggung oleh ucapan rekan sendiri karna agak keras berkata-kata.

Gimana tidak kesal. Saya menerjang sana-sini, eh gawang tetap kebobolan. Bukannya usaha menutup lawan, malah lawan dengan mudah menceploskan bola ke gawang yang saya jaga.

Seketika menjelang waktu sewa selesai, hujan mengguyur di luar lapangan. Perasaan saya yang masih mendidih dan lelah usai seharian kegiatan, memaksa saya harus pulang cepat-cepat usai bermain.

Tak masalah, toh ada jas hujan saya pikir. Akhirnya saya meninggalkan rekan-rekan yang seperti biasa masih nongkrong sebentar usai bermain. Hujan kali ini begitu deras. Wajah saya yang tidak tertutupi jas hujan seperti terkena peluru bertubi-tubi.

Ditambah suara menggelegar di langit-langit yang membuat saya berkali-kali berdoa agar tidak kenapa-kenapa. Saya tidak ingin masuk berita dengan cerita yang konyol karena tersambar petir usai pulang bermain.

Akhirnya tiba juga di rumah. Tantangan awal bulan sungguh luar biasa kali ini. Orang yang sangat malas keluar rumah, sekarang harus berhadapan dengan realita bahwa dunia luar memang tidak ramah.

Sehat-sehat ya badan. Jangan mudah sakit karena hutang tiap awal bulan harus dibayar.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkenalan dengan Istilah Cinephile

[Review] One Day, Film Korea Tentang Pertemuan Pria dengan Wanita Koma yang Menjadi Roh