Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Erik ten Hag Akhirnya Dipecat

[Artikel 131#, kategori MU] Akhirnya hari itu tiba di mana seorang Erik ten Hag (ETH) angkat kaki dari Manchester United. Sedih, tidak. Saya senang bahwa resolusi awal tahun yang saya buat benar-benar terwujud.

Dipecatnya ETH bersamaan Hari Sumpah Pemuda. Entah apa kaitannya, saya hanya mengaitkan momennya saja biar ingat terus menerus.

ETH dipecat usai kalah melawan West Ham dengan skor 2-1. Main di kandang West Ham memang tim dirugikan karena pinalti di menit akhir pertandingan. Tapi tetap saja, selama pertandingan tim seakan tidak baik-baik saja.

Saat ETH pergi, posisi Manchester United berada di luar 10 besar. Lebih tepatnya berada di posisi 14, di bawah West Ham yang sebelumnya mengalahkannya.

ETH sendiri bergabung dengan MU pada bulan April 2022. Bahkan, saya menuliskan ucapan selamat datang di blog untuk kedatangannya. Sebuah harapan baru waktu itu.

Sayangnya, seiring waktu beliau ini melakukan kesalahan fatal. Ronaldo yang kembali pulang dibuat tidak betah dan seolah dianggap beban. Jujur, sebagai penggemar Ronaldo saya merasa sedih. Dan masih banyak lagi dosa-dosa ETH yang tak perlu dijabarkan satu persatu.

Jika pemain biasa bisa diasah menjadi pemain hebat, maka pelatihnya sangat baik. Namun jika pemain hebat diasah terus menerus bukannya lebih hebat malah jadi biasa, maka pelatihnya yang gagap.

Selama menangai tim, banyak pemain hebat yang dibuat biasa dan bahkan harus angkat kaki selama ETH jadi pelatih. Lalu mencari alasan dengan membawa pemain yang pernah dulunya diasuhnya di Ajax, hasilnya malah sama saja.

Saya tidak akan mengucapkan terima kasih meski tim sudah diberi 2 piala. Jika patokannya piala, maka Mourinho yang bisa kasih 3 piala adalah yang lebih baik. Tapi, saya adalah orang baik. Saya doakan beliau sehat selalu dan silahkan nikmati waktu rehat dari lapangan.

Akhirnya saya bisa menulis tentang MU setelah terakhir kali posting di bulan Mei kemarin. Sepertinya saya harus mulai menyaksikan MU lagi saat bertanding secara langsung.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini