Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Kecele! Salah Baca Info di Grup WA, Lapangan Futsal Kok Sepi?

[Artikel 153#, kategori futsal] Terkadang kebiasaan bisa berdampak buruk. Seperti yang saya alami datang ke lapangan futsal untuk hari Kamis di minggu pertama bulan Oktober. Kirain yang pertama, eh ternyata datang terlalu awal.

Kamis malam (3/10), semua tampak baik-baik saja. Dari sore hingga malam tidak ada yang aneh-aneh. Hanya saja saya sedikit cuek dengan grup WA futsal hari Kamis usai ngisi absen. 

Main hari Kamis maupun Selasa, bahkan Senin, sudah jadi kebiasaan datang sesuai waktu yang biasa dimainkan. Namun entah kenapa hari ini beda?

Main jam 8 malam

Malam itu cuaca Kota Semarang cerah. Roda ban saya berputar sesuai arah. Saat tiba di lapangan, syukurlah cahaya lampu penerangan terlihat cerah. Maklum, jika tidak ada yang main, lapangan gelap gulita.

Saya mengambil tempat duduk seperti biasanya. Suasananya sunyi sekitar kecuali di lapangan yang orang-orangnya sedang asyik bermain.

Waktu terus berlalu, tak ada satu pun wajah rekan saya nongol. Bahkan, sepatu saya sudah terpasang. Biar memberi stimulan, saya coba bagiin foto suasana tempat duduk. Sepi saya tulis captionnya di foto yang saya bagikan ke grup WA.

Belum 5 detik terpublish, saya tidak sengaja melihat postingan rekan lainnya yang menyebut jika kita mainnya jam 8 malam bukan jam 7 seperti biasanya.

Waduh, segera saya hapus fotonya. Sayang terlambat, beberapa rekan sudah melihat dan tertawa karena saya sudah tiba di lapangan.

Sepertinya saya tidak melihat perubahan waktu saat mengabsen sebelumnya. Duh, jadi malu tapi pengen ketawa juga. Yasudahlah, lebih baik menunggu saja sambil lihat orang main di lapangan.

Pengalaman pertama kali yang konyol saat main futsal karena salah waktu. 😅

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger