Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Terima Kasih Pak Jokowi

Minggu, tanggal 20 Oktober 2024. Langit di Kota Semarang yang biasanya panas, mendadak adem. Bahkan, turun hujan. Apakah itu sebuah pertanda? Bahagia atau rasa sedih? Hari ini sebuah perjalanan seorang pemimpin akhirnya terhenti, dan akan berganti dengan yang baru. Saya harap perubahannya menuju arah yang lebih baik.

Tidak menyangka hari itu tiba, Senin malam (14/11/16), di mana seorang seperti saya bisa bertemu pertama kalinya dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Apalagi momennya dibuat spesial dengan mengumpulkan para influencer dan pembuat konten dalam satu tempat untuk sekedar foto bersama.

Tentu, gestur pria bertubuh tinggi 1,75 m tersebut tidak sekedar datang menyapa. Kami berdiskusi singkat. Saya sungguh senang hari itu. Wajah-wajah familiar juga hadir di sana. Entah apakah momen ini akan juga terjadi pada pemimpin yang baru nanti?

Terima kasih Pak Jokowi

Meski saat itu hanya pertemuan singkat, pengalaman itu terus membekas dan abadi dibalik tulisan yang saya simpan hingga sekarang. Kini, perjalanan beliau harus berakhir dan kembali menjadi sosok manusia biasa seperti kami.

Perasaan yang terasa nyaman melihat mulusnya pergantian tapuk kepimpinan dari Presiden Jokowi ke Presiden Prabowo. Dan hujan seketika turun menyambut mereka di sini (sekitar Semarang). Layar kecil yang saya pandangi menjadi momen bersejarah yang kelak akan diingat.

Kali ini saya meyakini pada diri sendiri 'untuk tak apa memakai internet untuk menonton siaran langsung pergantian Presiden dengan acara sumpah jabatan'. Kuota bisa dibeli, momen berharga hanya sekali seumur hidup. Yah, meski bisa diputar berulang kali (YouTube).

Instagram @jokowi

Terima kasih Pak Jokowi untuk dedikasinya memimpin negeri. Sehat selalu buat Bapak dan keluarga. Semoga masih terus berkontribusi meski hanya dibalik layar. Kami penduduk Indonesia, sangat mencintaimu, Pak!

Tahun 2016

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini