Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tentang Bonus Demografi



Bagi yang terbiasa dengan marketing dan IT tentu sudah familiar dengan istilah'Bonus Demografi'. Bagi yang belum, tulisan ini sedikit mengulas tentang apa itu bonus demografi? Lumayan buat prediksi bagaimana kehidupan kita di masa depan *eh.

Tahun 2015 ini beberapa seminar maupun majalah marketing sering membahas soal ini. Yah ini sangat menarik. Karena disaat waktunya tiba, Indonesia mengalami sesuatu yang luar biasa. Apa menurut Anda kira-kira?

Bonus Demografi

Namanya juga bonus semacam diberi suprise atau kado. Nah, bangsa kita akan diberi kado yang indah pada tahun 2020. Hadiahnya berupa masyarakat yang memiliki usia produktif, kira-kira 15-64 tahun. Bila dijelasin lebih rinci seperti ini jadinya.

Bonus Demografi adalah suatu keadaan negara memperoleh komposisi penduduk usia produktif jauh lebih besar dibandingkan usia muda dan lansia.

Menurut Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Indonesia, Indonesia sudah menikmati bonus demografi sejak tahun 2012, yang ditandai dengan rasio ketergantungan (dependency ratio) di bawah angka 50.

Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif (15-64 tahun) menanggung kurang dari 50 penduduk usia nonproduktif (dibawah usia 15 tahun dan di atas 64 tahun).

Beliau memprediksi, periode bonus demografi akan berlangsung hingga tahun 2035. Nah, kalau dihitung-hitung usia saya sepertinya bisa kena nih. Dengan usia 28 menjelang 29 tahun, 5 tahun kedepan saya sudah berumur 33 tahun. Usia yang begitu produktif seharusnya.

Lalu, apa untungnya buat kita yang memasuki usia produktif. Bukannya dunia belum kiamat *ealahh.. atau negara ini masih dipimpin pak Jokowi *piss.

*ups maaf sebelumnya, untuk mengetahui lebih lanjut sepertinya harus pindah halaman deh. Soalnya saya bagi menjadi dua halaman. Dihalaman berikutnya, baru saya infoin soal keuntungan bonus demografi.

*tertawa jahat*

salam blogger

Komentar

Postingan populer dari blog ini