Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Saat Suasana Puasa Tidak Seperti Biasanya



Puasa yang selalu dinanti bagi sebagian masyarakat khususnya umat muslim tahun 2015 hadir lebih awal. Selain lebih awal dari pada tahun-tahun sebelumnya, tahun ini juga membawa cuaca yang terik alias panas serta suasana yang tidak biasa bagi saya. Hmm..

Suasana yang tidak biasa itu adalah hadirnya bos cewek Difa. Istilah untuk menggambarkan sesosok wanita tangguh yang begitu penyayang terhadap anak-anaknya namun juga punya hobi tidak pernah lelah kalau sudah berbelanja. Disitu kadang saya merasa lelah saat menemani :).

Selama puasa beberapa tahun belakangan memang suasananya tidak begitu ramai dan saya selalu senang dengan suasana itu. Tapi tidak sekarang. Bos cewek benar-benar mengambil alih suasana yang tenang menjadi sesuatu yang gegap gempita. Ramai ramai dan ramai.

Entah ini dari pemikiran saya saja seorang yang sudah mencurahkan waktu untuk bekerja dibalik layar, suasana ramai itu sangat mengganggu. Satu sisi ingin menjaga konsistensi karena waktu yang semakin sedikit. Dan satu sisi lagi adanya bos cewek jadi merasa tidak enakan bila tidak menemani aktivitasnya. Maklum ibu-ibu.

Banyak yang berbeda memang daripada tahun sebelumnya. Karin sudah punya suami dan sedang mengandung, Diaz masih betah mengambil Koas di Pekalongan, Amar sibuk dengan rutinitas dan omongannya yang tak memiliki kebenaran hakiki dan Difa masih sama meski awal-awal puasa sempat sakit.

Puasa yang penuh berkah dan banyak cerita tentunya tahun ini. Saya sendiri? Hmm.. masih berstatus single dan masih bingung mencari teman maupun cinta sejati.

Haha.. sudahlah. Mari menikmati semuanya dengan cerita apa adanya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini