Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tantangan Puasa Tahun Ini


Saat sebagian besar umat muslim menyambut bulan puasa dengan suka cita, entahlah dengan saya. Satu sisi ingin mengatakan, saya juga bahagia menyambutnya. Namun disisi lain, ini tidak mudah dan harus ekstra kerja keras. Ada-ada saja bila memikirkan semuanya.

Selamat datang bulan suci ramadhan. Bulan yang tiba semakin lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya. Bulan penuh berkah dan bertebaran pahala. Siapa yang tidak tergiur karenanya.

Sayangnya, bulan ini harus membuat saya terus memikirkan strategi apa untuk membuat saya merasa nyaman melewatinya. Puasa berarti pagi-pagi tidak ada kopi yang nemenin saya untuk menulis. Puasa berarti mengurangi sedikit aktivitas saya yang hobi bersepeda dan berolahraga pagi.

Dan puasa kali ini bertambah lebih tertantang dengan hadirnya keluarga dirumah. Yah, rumah memang ramai dan itu menyenangkan. Namun entahlah buat saya. Dua hingga tiga tahun terakhir, saya selalu melewati puasa dengan suasana yang tidak begitu ramai alias sepi.

Saya benar-benar menyukai suasana sepi saat ini. Apalagi kebiasaan, manajemen aktivitas maupun waktu sudah terbentuk beberapa tahun terakhir. Tiba-tiba terenggut begitu saja, saya malah jadi aneh sendiri.

Tantangan yang tidak mudah untuk dilewati. Bila begini terus, dijamin semua harapan yang saya sudah bangun menjadi berantakan. Rusak dan juga kebingungan sendiri.

...

Seharusnya saya memaknai semua yang ditakdirkan buat saya selama bulan puasa. Melihatnya sebagai motivasi dan tantangan yang harus dihadapi. Saya masih mencoba untuk melakukan yang terbaik buat diri saya, keluarga, pekerjaan dan lingkungan.

Doakan saya semua baik-baik saja dan terimakasih buat yang selesai membaca ini dan mendoakan saya.


Salam
Asmari

Komentar

Postingan populer dari blog ini