Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Dibalik Kolom Readers' Voice Majalah Marketing Edisi Juni 2015



Ada yang menarik dari majalah Marketing edisi Juni 2015. Sebuah halaman yang dikasih judul 'Readers Voice' ternyata mencantumkan pertanyaan yang pernah saya kirimkan lewat email. Meski ini biasa bagi sebagian orang, entahlah saya cukup senang atas apresiasi yang diberikan. Sedikit cerita dibalik kolom tersebut.

Setiap bulan Majalah Marketing memang jadi bacaan rutin. Kontennya update dan pembahasan yang banyak dibutuhkan oleh jenis orang seperti saya yang suka berselancar di dunia maya.

Mei 2015, salah satu kontennya yang berhubungan dengan film, bisa dilihat dari gambar diatas, sangat menarik untuk saya taruh di website dotsemarang. Dotsemarang sendiri memang memiliki konten Film Indonesia atau yang disebut Kofindo. Sepertinya ini sangat cocok sekali. Khususnya geliat perfilman bangsa ini yang mendengungkan cinta tapi tak membaca perkembangan pasar.

Jadilah konten ini masuk ke dalam halaman disini. Silahkan dibuka bila tertarik untuk mengetahui seperti apa kontennya. Dibalik itu semua saya membutuhkan waktu beberapa hari agar mendapat tanggapan setelah mengirim email.

Peraturan tegas tentang pengcopyan dalam bentuk apapun menjadi masalah besar bagi seorang blogger yang tidak memiliki lisensi resmi untuk sebuah media. Tak memiliki badan hukum dan dibayangin sanksi yang banyak terjadi terkadang semacam cermin yang mematikan.

Akhirnya saya memutuskan mengirim email dan menunggu respon dari empunya. Dan alhamdulillah, berkat balasan email tersebut saya bisa menaruhnya. Saya waktu itu hanya memikirkan bahwa konten ini memiliki dampak positif dan saya tidak berpikir sebuah keuntungan tentunya.

Terimakasih sekali lagi. Dengan ini, saya dan sebagian masyarakat yang ingin mengutip konten-konten inspirasi dari majalah bisa mengetahui prosedurnya dan setidaknya bila tidak ingin mengirimkan email, jangan lupa mencantumkan sumber utama.

Salam blogger

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger