Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Debut Sepatu Futsal Merah

[Artikel 157#, kategori futsal] Selasa malam, 12 November, akhirnya saya debut dengan sepatu baru berwarna merah yang sebelumnya selalu dengan si biru. Tidak baru-baru amat karena ini hibahan dari sesama rekan futsal. Beruntung perjalanan futsal saya masih dikelilingi orang baik.

Perjalanan si biru akhirnya harus terhenti hari ini karena rusaknya sudah begitu parah. Masa bolong di tengah?! haha...

Ngomongin soal si biru, ini juga hibahan dari sesama rekan futsal sejak tahun 2021. Biasanya dipakai pada hari Selasa yang lapangannya tipe interlock. 

Kalau Kamis dan Senin beda lagi sepatunya karna tipe lapangannya adalah rumput. Untuk rumput, saya juga punya sepatu lainnya yang juga hibahan. Duh, beruntungnya.

Debut si merah

Malam debut, malam selasa, saya membawa 2 sepatu sebenarnya. Si biru dan si Merah. Hanya saja, saya masih menyukai si biru karena si merah yang dihibahkan masih saya simpan dulu.

Apalagi saat diberi beberapa hari sebelumnya, kondisi si Merah juga tidak seutuhnya sempurna. Ada bagian di sisi bawah yang harus di lem dulu biar lebih nyaman dipakai.

Namun karena saya belum mengelemnya, jadi hanya niat membawa saja dan mengantisipasi apabila si biru benar-benar rusak.

Dan ternyat feeling saya benar. Si biru sudah tidak bisa digunakan lagi setelah sempat bermain beberapa babak. Bukan hanya kondisinya yang sudah tidak baik, tapi beberapa kerusakan juga sudah sulit apabila tetap diperbaiki.

Ketimbang diperbaiki, akhirnya saya mengeluarkan si merah untuk dipakai dan debut hari itu. Sungguh perasaan yang berbeda dan tentu, luar biasa karena kondisi si merah memang jauh lebih baik.

...

Perjalanan futsal saya masih diberi nafas panjang. Saya pikir akan memakai sepatu futsal tipe rumput jika si biru memang sudah tidak layak pakai. Mau tidak mau lagi bila mengingat kondisi keuangan juga.

Namun Tuhan punya cara sendiri agar saya tetap bersemangat bermain futsal. Umur hanya hitungan angka, stamina jangan dicoba. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini