Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

[Liga Inggris Pekan Ketiga] MU 0-3 Tottenham; Kekalahan Kedua Musim ini


[Artikel 66#, kategori MU] Di akhir pertandingan, bos (Mourinho) bertepuk tangan dengan penuh emosi kepada fans setia yang masih bertahan hingga akhir pertandingan. Skor telak 3-0 ini tentu saja membuat sebagian fans marah dan sudah meninggalkan tempat duduk mereka.

Kecewa, tentu saja sebagai penggemar. Mau menyalahkan dengan membuat tagar bos keluar alias berhenti, biarkan yang lain saja. Kekalahan ini tidak semuanya ditanggung oleh bos. Apalagi ada Carrick di sana yang seharusnya bisa membantu dengan pengalamannya saat bersama Ferguson.

Saya sempat berpikir bila memang bos jadi diganti, maka bayangan tentang karirnya bersama Chelsea akan terulang kembali. Sudah kasih gelar, musim berikutnya banyak menelan kekalahan tetap saja diusir alias dipecat.

Kekalahan ini juga mengingatkan saya tentang apa yang sudah dibangun dengan hebat, tidak mudah lagi berdiri dengan yang sama seperti sebelumnya.

Bedanya dengan Madrid yang meski ganti pelatih adalah pemainnya Madrid masih sama (mental juara), meski Ronaldo pergi. Warisan pelatih sebelumnya memberikan kesempatan pelatih baru untuk menunjukkan sisi lain.

Sedangkan bos, mewarisi dua pelatih baru yang menghancurkan keseimbangan tim setelah ditinggal pelatih luar biasanya. Memperbaiki sangat sulit, meski mendatangkan sang spesial.

Jalannya pertandingan

Satu kali kemenangan dan dua kali kekalahan, bakal seperti apa ke depan? Berikut jalannya pertandingan yang sudah saya rajut dari kicauan saya di Twitter. Pertandingan sendiri kick off jam 2 pagi, Selasa dini hari. 

...

Saya sempat optimis dengan babak pertama dengan formasi yang berbeda dengan sebelumnya. Tim begitu hebat saat itu. 

Namun babak kedua, petaka itu muncul. Gol sundulan Keane mengubah segalanya. Pertahanan Dengan Gea yang dielu-elukan selama ini berakhir tragis, kebanyakan kebohongan dan itu tak biasanya.

Sampai ketemu pekan berikutnya.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini