Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Sangat Menyenangkan Futsal Di Awal Bulan November


[Artikel 43#, kategori futsal] Habis gelap, terbitlah terang. Seperti itu ungkapan futsal jumat awal bulan November ini, mengingat jumat sebelumnya benar-benar tidak diharapkan. Jumlah pemain kali ini lebih banyak, dan yang terpenting, saya sangat menikmatinya.

Saya memulai pertandingan dari posisi kiper. Saya tahu, banyak kesempatan untuk mendapatkan posisi selain menjaga gawang. Namun tidak banyak pemain yang mengambil posisi ini karena semua ingin bermain dengan posisi favoritnya.

Itu tidak salah. Saya hanya perlu menikmati saja dan tidak membebani diri. Menjadi kiper, saya masih bisa mencetak gol. Ya meski itu rawan kebobolan karena meninggalkan posisi.

Dua pemain pengubah ritme permainan

Saya tidak menyangka hari ini saya benar-benar menikmati permainan. Apalagi kehadiran dua pemain yang salah satunya sebenarnya saya hapal wajahnya. Sedangkan satunya, saya lupa.

Keduanya memberi tekanan hebat pada penjaga gawang lawan. Tendangan mereka sangat kencang dari luar kotak pinalti. Saya pikir dengan mereka, ada alasan mencetak gol tidak melulu harus dari dalam kotak pinalti atau dekat gawang.

Saat pertandingan berikutnya, saya mengambil posisi berbeda. Itu semacam bayaran saya karena berposisi kiper dan dua kali bermain jadinya.

Bermain dengan kedua pemain yang saya kagumi dari awal pertandingan benar-benar saya nikmati. Operan bola mengalir indah dan gol-gol tercipta dari kaki mereka.

Bila mereka saja bisa mencetak gol, maka saya pun ikut ambil bagian dari pesta. Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. sebuah umpan manis, tanpa perlu berpikir panjang untuk menahan di kaki, langsung saya hempaskan dengan kaki kiri. Wusshh..gol.

Video di bawah ini saya bawa dari rekaman mas Adit, salah satu rekan bermain yang berposisi pemain depan. Saya dan Dia setiap ada kesempatan selalu merekam jalannya pertandingan kami.

Untunglah baik, karena bila nggak, saya bisa ditagih royalti dari videonya haha.. Terima kasih, mas Adit.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini