Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

1 Tahun

[Artikel 59#, kategori Cinta] Seburuk-buruknya sebuah hubungan antar dua spesies makhluk hidup, selalu ada bagian yang menyenangkan untuk diceritakan. 

Saya ingin mengambil bagian itu untuk merayakan 1 tahun bersamanya meski sudah tanpa ikatan. Saya ingin mengenangnya karena dia juga sudah melewati banyak hal bersama saya.

Hai, Sayang. 

Saya menulis ini setelah menghubungimu yang sedang belum tidur sambil menonton drama Korea. Sudah, jangan kesel terus karena ulah saya yang selalu masih kekanak-kanakan. Kamu lebih dewasa dari sisi pikiran, maklumilah.

Selamat 1 tahun, sayang. Tidak terasa kita sudah sejauh ini meski hubungan kita hanya bertahan 8 bulan saja. 

Saya bersyukur selama 1 tahun, kamu tetap ada. Menyaksikan saya terus melewati waktu. Memberikan senyum dan selalu mentraktir saya makan.

Beberapa kali hubungan kita, bahkan tanpa ikatan, selalu dilanda kekecewaan, rasa amarah, tangis dan tawa. Tapi kamu selalu ada dan tegar menghadapi. Saya banyak belajar darimu sebagai manusia.

1 tahun

Ingat pertama kali kita bertemu dan akhirnya hubungan kita saya anggap resmi memulai langkah baru sebagai pasangan.

Bioskop, adalah tempat kita bertemu setelah sebelumnya dalam satu kendaraan dalam perjalanan bersama. Malam itu, kamu seperti bidadari di mataku. Saya sangat bangga mengenang itu sekarang.

Saya tidak bosan menceritakan kisah ini kepadamu. Karena itu adalah momen istimewa mengenalmu lebih dekat. Menggenggam tanganmu, mencium keningmu dan merangkulmu, yeah itu seperti sebuah surga bagiku.

Waktunya terbang tinggi

Saya tahu emosimu sulit dikontrol. Apapun yang saya lakukan, selalu salah di matamu. Wajar, kamu masih muda dan memikirkan hidupmu yang semua orang merasakannya sekarang tidak baik-baik saja. Kamu sedang berjuang, dan saya pun.

Sekarang, waktunya kamu terbang tinggi.
Awan biru menantimu bersama pelangi.

Mungkin saya tidak akan dapat membalas semua jasamu hari ini selama 1 tahun. Saya hanya bisa berdoa tentangmu semoga kamu baik-baik saja dan dibalas dengan Tuhan yang lebih baik lagi.

Kamu orang baik, sudah sepantasnya mendapatkan yang lebih baik. Kamu penuh dedikasi, sudah sepatutnya ada orang lain yang menjagamu untuk tetap terjaga. Terjaga dari kesedihan, kebahagiaan dan yang paling penting adalah mengerti tentangmu.

Terima kasih 1 tahun menemaniku, sayang.
Aku tidak membencimu karena aku tahu mencintaimu lebih besar.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini