Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tantangan Mandi Hari Ini, Hujan yang Menemani

[Artikel 101#, kategori aktivitas] Puncak hujan yang menemani awal-awal bulan Februari di Semarang adalah banjir. Itu terjadi saat di akhir pekan, yakni hari Sabtu (6/2). Hujan yang mulai turun dari dini hari berhari-hari bukan saja semangat bekerja sedikit terganggu, tapi aktivitas mandi yang tidak lagi santai. 

Meski tidak semenantang saat mandi mengikuti kegiatan famtrip bareng Disporapar, yaitu hotel Garuda Kopeng dan Menginap di Oemah Dieng yang dinginnya benar-benar terasa sampai tulang, hujan tiap dini hari ini tetap saja terasa lebih dingin dari biasanya.

Beberapa kali saya digoda oleh pikiran jahat untuk tidak mandi. Namun hati nurani saya terus melawan dan bagaimana konsisten saya kali ini menjadi dua wajah yang membingungkan. Menuruti atau membiarkan.

Memikirkan itu menjadi dingin dan malas memang godaan terbesar hari ini. Bahkan saat menulis ini pun, hujan sudah terdengar deras (jam setengah 2 pagi). 

Pada akhirnya saya tetap mandi dini hari sebelum azan berbunyi. Saya tahu kondisinya hari ini sangat dingin, tapi mau gimana lagi ketika sudah dihadapkan rutinitas dan terbiasa.

Harus dihadapi, dan hingga kini, tubuh saya baik-baik saja. 

Gambar : Ilustrasi

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini