Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Masih Mandi Sebelum Azan Subuh


[Artikel 6#, kategori pria 33 tahun] Saya senang jadi orang konsisten meski harus bertarung batin yang menggoda untuk tidak melakukannya. Hingga usia sekarang, manfaatnya sangat terasa. Salah satunya masih mandi dini hari.

Saya tidak menyangka kejadian tahun 2015 saat di Samarinda menjadi titik awal bagaimana saya melakukannya hingga sekarang. Ibarat berakit-rakit ke hulu, bersenang-senang kemudian.

Manfaat mandi pagi

Saya pernah menuliskan tentang alasan saya mandi pagi pada waktu itu. Saya hanya mencari celah untuk lebih memungkinkan tidak terganggu dengan situasi dan suasana saat itu.

Setelah saya mendapatkan informasi soal mandi pagi yang sangat berguna, saya tak pernah ragu untuk terus melakukannya hingga sekarang.

Mandi pagi banyak manfaatnya. Seperti menahan kantuk bila saya sedang beraktivitas dini hari. Ya, saya bekerja mengurusi blog dotsemarang sejak pukul 3 dini hari. Kadang terbangun jam 2 atau kurang dari itu. Alasan saya bisa bangun lebih awal, bisa dilihat di sini.

Kantuk dapat menyerang siapa saja. Bahkan segelas kopi pahit tidak mampu membendung rasa kantuk yang datang. Mandi adalah salah satu cara menangkalnya.

Gambar : Ilustrasi
...

Kini ketika puasa tiba, rutinitas ini tetaplah ada. Bila sarapan sebelumnya setelah pukul 5 pagi, sekarang harus sebelum pukul 4 pagi. Mandi yang diharapkan untuk mengatasi kantuk, tidak berguna karena perut kekenyangan. Tantangan lagi kali ini.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini