Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

April 2020, Keluarga Baru


[Artikel 18#, kategori kucing] Dari total bayi kucing yang lahir, hanya 2 yang selamat. Entah kenapa kucing betina satu-satunya ini terus melahirkan. Saya bukan pecinta kucing, jadi sulit menyuruh untuk mengebirinya karena itu tentu butuh biaya.

Rabu pagi (15/4), kandang kucing mendadak banyak darah dan tubuh lunglai bayi yang terkapar. Bayi kuncing tersebut dipastikan mati, sisanya masih selamat. Meski berharap tidak ada lagi keluarga baru, tapi melihat bayi kucing, saya bawaannya pasrah.

Saya tidak siap dalam kelahiran kali ini meski mengetahui si induk sedang hamil. Ketika akhirnya brojol, saya langsung mencari tempat untuk menampung anak kucing dan induknya di tempat tersendiri.

Dua kucing penghuni di atas, kandang yang ada di rumah dijadikan 2 bagian, terpaksa dibebaskan kali ini. Saya berharap tetangga tidak rewel karena semakin banyak kucing yang berkeliaran.

Sedangkan bagian bawah, ada kucing pejantan yang terus di kandangin sejak bermasalah dengan tetangga. Si Lala, saudara dari si Lulu yang semakin liar saja andai di lepas.

Mati satu lagi

Dua hari berselang, terlihat anak kucing dibalik keranjang hijau yang saya gunakan sudah mati. Dari awal tubuhnya terlihat lemah. Dan saya benar-benar tidak mampu merawat bayi kucing.

Kini, tinggal 2 kucing yang masih bertahan. Semoga mereka hidup seperti saudara-saudaranya yang lain. Dan warna keduanya sama persis dengan yang lain.

...

Saat sedang menghemat kondisi saat ini, saya terus memelihara kucing. Tidak ada yang spesial dalam perawatannya selain hanya memberikannya makan saja.

Saya tahu memelihara tidak mudah. Dan memelihara kucing memiliki hal baik dalam mengisi kejiwaan yang kosong dalam kehidupan sehari-hari.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini