Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Konferensi Pers Virtual


[Artikel 106#, kategori blogger] Di rumah aja yang menjadi kampanye selama pandemi Korona melahirkan banyak gagasan baru. Terutama saya, sebagai pemilik blog dotsemarang. Gagasan itu adalah konferensi pers virtual yang dilakukan XL Axiata beberapa waktu lalu.

Ide yang masuk akal ketika semua pihak sedang berjuang melawan Korona. Saya yang tergabung dalam grup media XL tentu menyambut baik event kali ini. Kebenaran juga, waktunya juga mendukung. Bukan malam hari, waktu dimana saya lebih memilih tidur ketimbang beraktivitas.

Menggunakan Microsoft Teams

Selain pertama kalinya mengikuti konferensi pers virtual, ini juga pertama kalinya menggunakan Microsoft Teams. Saya sampai instal aplikasinya dari Google Play. Dan pada akhirnya, lebih nyaman versi website-nya. Versi aplikasinya berat.

Penggunaannya sebenarnya mudah, mungkin yang sulit karena tidak terbiasa dan koneksi yang lelet. Video yang tampil hanya bersifat satu arah. Saya dan awak media, hanya menyaksikan dan mendengarkan saja.

Bila biasanya ada sesi tanya jawab dilakukan setelah persentasi, maka tanya jawab dapat dilakukan meski konferensi masih terus berjalan. Ada kolom komentar yang berada di sisi kanan tinggal ditulis nama dan pertanyaan.

Saat membaca pertanyaan dari rekan-rekan media, ternyata yang ikut ambil bagian bukan saja dari pewarta Kota Semarang. Namun berasal dari semua kota, termasuk awak media yang punya nama besar. Di situ saya bangga karena hadir hanya dari kalangan bloger.

Tantangan

Beberapa menit waktu berjalan, koneksi lancar jaya. Namun setelah itu, video nyendat-nyendat. Mudah ditebak, jaringan internet operator yang saya gunakan sudah tidak stabil.

Hanya mengandalkan unlimited berdurasi waktu, saya akhirnya menyerah juga. Konferensi pers virtual butuh kuota yang mumpuni. Sedangkan paket yang saya pakai, sudah diambang batas tarif normal 1 GB. Bila lebih pemakian normal, maka kecepatannya menurun.

Saya tidak mungkin memaksa untuk membeli data lagi. Semenjak pandemi melanda, saya benar-benar sangat irit. Bila pemakaian data dalam sehari sudah melebihi batas, ya cuma pasrah.

...

Semenjak rumah tanpa wifi, banyak tantangan yang dihadapi dalam pekerjaan. Dan ini benar-benar terasa sekarang. Hanya mengandalkan internet operator, saya seperti katak dalam tempurung.

Setelah akhirnya artikel terbit di blog, saya berharap mendapatkan paket data baru untuk digunakan. Setidaknya bulan depan. Sayang, itu hanya mimpi di siang bolong. Tidak terjadi apa-apa akhirnya.

Menjadi bagian penting dalam kampanye memang menyenangkan, tapi kadang bensin lebih berguna saat mesin kendaraan dalam perjalanan jauh. Itu pilihan tentunya.

Artikel terkait ;

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger