Postingan

Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

😩 Menguji Konsistensi: Ketika Rencana Berhadapan dengan Realita

Gambar
Konsistensi—sebuah kata sakti yang belakangan ini terasa begitu jauh. Terutama, dalam urusan aktivitas posting blog yang menjadi salah satu prioritas saya. Belakangan ini, konsistensi tersebut terasa sedikit terganggu. Gangguan ini bukan hanya disebabkan oleh faktor internal, seperti kebosanan atau burnout yang datang tiba-tiba. Justru, faktor eksternal turut serta memberikan tekanan. Jujur, terkadang rasanya ingin berteriak meluapkan kekesalan, namun saya memilih untuk menahan diri dan bersabar. Dulu, konsistensi adalah hal yang selalu saya agung-agungkan. Kini, ia seolah berbalik, membisikkan, "Sudah, dibawa santai saja." 🧺 Ritual Akhir Pekan yang Tersendat Ada satu isu konsistensi spesifik yang saya alami, dan ini sama sekali bukan karena diri sendiri: jadwal mencuci pakaian . Biasanya, saya memiliki ritual tetap: mengumpulkan semua pakaian kotor, dan menjadwalkan aktivitas mencuci tepat di akhir pekan. Tujuannya jelas, agar semua terkumpul dan waktu kerja optimal. Sete...

✨ Kenaikan Views Dotsemarang: Apakah Blog Mulai Bangkit Lagi?

Gambar
[ Artikel 173#, kategori dotsemarang ]  Statistik harian jumlah penayangan (views) blog Dotsemarang pada bulan November ini sungguh di luar dugaan. Angkanya melejit tajam dari biasanya, bahkan ini adalah kali pertama terjadi kenaikan signifikan sejak era pandemi Covid-19. Melihat lonjakan ini, muncul satu pertanyaan besar: Apakah pembaca mulai kembali melirik blog sebagai sumber informasi utama? Saya tidak bisa menyembunyikan rasa senang melihat angka-angka yang tertera di dashboard Blogspot Dotsemarang. Dalam beberapa hari terakhir, jumlahnya terus melampaui perhitungan harian normal saya. Izinkan saya menjelaskan sedikit tentang perhitungan yang saya gunakan. Normalnya, jika blog ini mendapatkan 1.000 views per hari, maka hingga tanggal 16 November (saat tulisan ini dibuat), seharusnya total views yang terkumpul adalah sekitar 16.000. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Saat ini, total penayangan telah melampaui angka 16.000 , bahkan sudah menyentuh angka 17.000 lebih! Ken...

☔ Risiko dan Tantangan Bermain Mini Soccer di Tengah Musim Hujan Semarang

Gambar
[ Artikel 14#, kategori mini soccer ] Saya tidak menyangka, setelah bertahun-tahun nyaman bergelut di lapangan futsal indoor , kini saya harus merasakan tantangan bermain sepak bola di bawah naungan hujan. Jika hanya sesekali, tentu tidak masalah. Namun, bagaimana jika ini menjadi rutinitas? Kota Semarang telah memasuki musim penghujan di bulan November ini. Dengan datangnya curah hujan tinggi, secara otomatis ini menjadi tantangan baru bagi daya tahan tubuh yang semakin diuji. Kenangan Futsal Indoor vs. Realita Mini Soccer Outdoor Kamis lalu (13/11), saya sempat berbincang dengan rekan satu tim sebelum pertandingan dimulai. Dulu, ketika kami masih rutin bermain futsal, hujan lebat sekalipun tidak pernah menjadi penghalang. Kami pasti tetap berangkat, sebab lapangan futsal indoor menjamin keamanan dan kenyamanan dari air hujan. Namun, situasinya kini telah berubah total. Sekarang, kami harus menghadapi kenyataan. Mau berangkat ke lapangan hujan, sudah di lapangan pun hujan masih...

Rezeki Datang, Pengeluaran Pun Menyusul: Dilema Bulanan di Hari Pahlawan

Gambar
[ Artikel 9#, seni bertahan hidup ] Satu hal yang selalu menyenangkan adalah kembali mendapatkan jatah bulanan dari rumah. Bagaimana pun bentuknya, ini adalah rezeki yang patut disyukuri. Seperti biasa, isinya komplet dari mulai persediaan mie bungkus favorit sampai stok kopi sachet yang wajib ada. Harapan saya, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan untuk menikmati rezeki ini. Dilema Pengeluaran di Luar Rumah Namun, saya harus akui, saya terus-menerus menghadapi dilema klasik setiap kali harus keluar rumah. Selalu saja ada godaan pengeluaran yang muncul. Dan hari itu, yang bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional, 10 November , saya kembali melakukannya. Pagi itu, saya sudah berangkat dari rumah sejak subuh, sekitar pukul 06.00 pagi. Tujuan saya adalah mendapatkan angel atau sudut pandang terbaik saat meliput acara Kirab Bendera Merah Putih yang dijadwalkan berlangsung di Balai Kota. Akhir Liputan yang Berujung di Angkringan Masalahnya muncul setelah liputan selesai. P...

Ketika Hidup Mengajarimu: Sakit Sendirian di Usia Sekarang, Sungguh Tak Enak Sama Sekali

Gambar
[ Artikel 55#, kategori kesehatan ] Awalnya hanya flu biasa. Namun, esok harinya mendadak sebagian tubuh terasa sangat lelah , menggigil kedinginan, dan bagian perut terasa tidak nyaman. Jangan-jangan ini memang sinyal asam lambung naik yang ikut nimbrung. Saya tidak menyangka sejak Selasa hingga Rabu, saya harus menjalani penderitaan karena sakit ini. Apalagi, momen ini bertepatan saat Real Madrid bermain pada Rabu dini harinya. Nonton sudah tidak khidmat, bahkan sekadar membuka media sosial pun sudah tidak ada gairah. Betapa Menyedihkannya Sakit Tanpa Pasangan Inilah rasanya tidak memiliki pasangan di usia yang sudah tidak muda lagi. Ketika demam mendadak ikut hadir dan membuat kening panas, saya ingin sekali meminta tolong agar dikompres. Sayangnya, tidak ada satu pun yang bisa saya harapkan. Rabu dini hari terasa seperti sebuah medan pertempuran yang harus saya hadapi sendiri. Setiap kali saya mencoba tidur sebentar, saya selalu terbangun. Bagian tubuh dari lutut hingga kaki tera...

🍚 Beras SPHP: Solusi Hemat di Tengah Kenaikan Harga (Pengalaman Jujur Saya)

Gambar
[ Artikel 15#, kategori Produk ] Dalam tiga bulan terakhir, sudah dua kali saya menjatuhkan pilihan pada Beras SPHP ini. Biasanya, saya hanya membeli beras dalam ukuran kiloan, seperti 1 Kg atau 2 Kg. Namun, keputusan untuk langsung membeli Beras SPHP kemasan 5 Kg ini murni karena hitungan yang lebih ekonomis per kilonya. Jauh sebelum ini, saya terus mencari cara bagaimana menjalani hidup dengan lebih hemat , termasuk mengencangkan ikat pinggang untuk kebutuhan pangan sehari-hari. Tanpa gaji dan penghasilan pasti, terkadang saya hanya bisa mengandalkan paylater untuk bertahan. Situasi yang memang menyedihkan, tetapi hidup harus terus berjalan. Tidak ada waktu untuk meratap jika ingin terus bertahan. Beras SPHP 5 Kg, Cuma Rp60.000 (Kenapa Saya Pilih Ini?) SPHP sendiri merupakan singkatan dari Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan . Ini adalah program dari pemerintah (melalui Perum Bulog dan Kementerian Perdagangan) yang bertujuan untuk menjaga harga beras tetap terjangkau bagi masy...

🍃 Teh Celup Gunung Satria: Mengapa Penikmat Kopi Belasan Tahun Mendadak Beralih Haluan

Gambar
Teh Celup Gunung Satria. Jujur saja, merek ini masih terasa asing di telinga saya. Ia hadir sebagai salah satu " jatah bulanan " yang diberikan oleh orang rumah. Siapa sangka, berkat teh inilah, kebiasaan minum kopi saya yang sudah bertahan selama 15 tahun belakangan mendadak tergeser. Saya adalah penikmat kopi yang, alasannya sederhana, hanya demi menambah konsentrasi. Mengubah kebiasaan dari kopi ke teh memang terasa agak aneh, tetapi Teh Celup Gunung Satria berhasil melakukannya. Sejak kehadirannya, saya jadi rajin minum teh, membuat rutinitas ngopi saya otomatis terpinggirkan. Aroma yang Menenangkan: Kunci Utama Relaksasi Apa rahasianya? Jawabannya sebenarnya sangat sederhana: Saya jatuh cinta pada aromanya saat diseduh. Efek yang ditimbulkan saat mencium aroma teh ini sungguh instan. Perasaan tenang, nyaman, dan rileks. Tiga hal ini adalah sesuatu yang sedang saya cari dan butuhkan belakangan ini. Bahkan, untuk memaksimalkan aroma agar lebih enak dihirup, saya punya trik...

Halo November 2025

Gambar
[ Artikel 157#, kategori catatan ] Sebagai pemilik blog yang paling konsisten —sebuah klaim yang kini terasa getir—harus aku akui, akhirnya saya mulai menyerah jika tidak posting sehari sekali. Padahal, bagi saya , konsistensi sudah ibarat sarapan. Tanpa sarapan, tubuh pasti lemas, atau bahkan maag bisa kambuh. Entah badai apa yang menerpa, yang pasti, setidaknya saya masih terus menulis hingga hari ini. November telah tiba. Lagi-lagi saya telat menyapa awal bulan yang kali ini jatuh pada akhir pekan (Sabtu). Kota Semarang kini resmi memasuki musim penghujan, membuat cuaca sulit diprediksi. Sampai-sampai, saya berani mengatakan: jangan pernah percaya birunya langit di pagi atau siang hari. Sebab, menjelang sore atau malam, hujan pasti akan turun tanpa kompromi. Keuangan: November yang Kering Awal Oktober lalu, saya sedikit beruntung karena ada pekerjaan dari Instagram Dotsemarang yang masuk. Sayangnya, keberuntungan itu tidak terulang di awal November ini. Saat ini, keuangan saya...

⚽ El Clásico Jilid Pertama 2025: Real Madrid Bangkit, Kalahkan Barcelona!

Gambar
[ Artikel 86#, kategori Real Madrid ] Tahun lalu, performa Real Madrid saat menghadapi rival abadi mereka, Barcelona , memang sangat mengecewakan. Empat kekalahan dalam satu musim, sebuah aib yang rasanya tidak pantas untuk dikenang. Namun, musim berganti, dan harapan selalu muncul. Kali ini, pertemuan El Clásico perdana musim 2025/2026 tersaji di Santiago Bernabéu . Jujur, kenikmatan dari pertandingan besar yang sudah dinanti-nanti ini sedikit hilang bagi saya. Maklum, saya baru terbangun menjelang berakhirnya babak pertama. Rasanya sangat menjengkelkan ketika ketinggalan momen-momen emas dari menit awal. Pesta Gol yang Penuh Drama Offside Sebelum terciptanya gol pembuka, Madrid sebenarnya sudah mencetak gol lewat kaki Kylian Mbappé , sayang sekali dianulir wasit karena dianggap offside . Real Madrid hari ini Elclasico Real Madrid vs Barcelona 22.15 Wib #HalaMadrid — Asmari (@ASMARIE_) October 26, 2025 Gol yang dinanti akhirnya tercipta juga! Berawal dari pergerakan cemerlang J...

Jagung Serut: Teman Nasi Murah yang Selamatkan Dompet dan Pencernaan

Gambar
[ Artikel 8#, seni bertahan hidup ] Saya akhirnya beralih dari pare ke jagung serut di bulan Oktober ini. Harganya cuma Rp6.000, murah meriah buat nemenin nasi. Selain hemat, jagung serut ini ternyata punya serat tinggi yang nggak kalah oke dari pare. Pilihan simpel yang bikin hidup tetap jalan, meski dompet seringkali cuma bisa nyanyi lagu sedih. Jujur, hidup hemat begini nggak lantas bikin hidup saya jadi lebih baik. Intinya, saya butuh pemasukan lebih biar bisa hidup lebih nyaman. Tapi, harapan tinggal harapan. Di saat orang-orang di media sosial curhat soal gaji kecil—yang menurut saya nominalnya udah wow banget—saya di sini malah terus ikat pinggang karena pemasukan beneran seret.  Kalau ada duit, eh, langsung lari buat bayar tagihan pinjol . Entah sejak kapan hidup saya cuma muter buat bayar utang. Apalagi penghasilan dari blog dotsemarang lelet banget, cuma ngasih Rp5.000 sebulan dari Adsense . Bikin ngelus dada. Kembali ke Jagung Serut, Si Penyelamat Maaf, tadi malah cur...

Indonesia Gagal Melangkah ke Piala Dunia 2026: Sebuah Catatan Kritis

Gambar
[ Artikel 67#, kategori sepakbola ] Inginnya mengukir sejarah, eh malah jadi bahan cari celah dan kritik sana-sini. Mimpi Piala Dunia yang tadinya sudah di depan mata, kini harus pupus begitu saja. Sungguh ironi, tapi inilah kisah perjalanan Timnas Indonesia kali ini. Mereka harus menutup perjalanan panjang kualifikasi usai kembali takluk di hadapan Irak . Minggu dini hari, 12 Oktober 2025, adalah momen yang mungkin akan dikenang (dan disesali) oleh segenap penggemar sepak bola dan seluruh masyarakat Indonesia. Perjalanan panjang Tim Nasional kita harus terhenti di Stadion King Abdullah Sports City, dalam lanjutan putaran keempat Grup B. Jujur saja, melawan Irak — yang notabene peringkatnya jauh di atas Indonesia dan bahkan lebih tinggi dari Arab Saudi (yang beberapa hari sebelumnya sudah mengandaskan kita) — ada rasa pesimis yang menyelimuti. Pengalaman dan peringkat mereka memang jauh di atas kita. Wajar rasanya jika rasa pesimis itu muncul, meskipun harapan akan sebuah keajaiban...

Pembagian Jatah

Gambar
[ Artikel 7#, seni bertahan hidup ] Ada pemandangan yang tidak biasa pagi ini. Tumpukan mie instan , kopi , teh , dan beberapa minuman lain tertata rapi di tempat pengambilan jatah bulanan. Wah, ini betul-betul rezeki yang tak terduga! Alhamdulillah , saya bisa memulai dan menjalani bulan Oktober ini dengan penuh kejutan yang menyenangkan. Dugaan saya, orang rumah baru saja selesai belanja bulanan dalam skala besar semalam. Pembagian jatah seperti ini sebetulnya bukan kejadian langka, hanya saja memang jarang sekali terjadi. Tentu saja, saya menyambut pemberian ini dengan suka cita. Jumlahnya memang tidak cukup untuk stok satu bulan penuh, namun nilai dari kejutan ini jauh lebih besar dari kuantitasnya. Saya sangat menghargainya. Kapan lagi saya bisa menikmati mie instan ? Akhir-akhir ini, kehadiran mie instan terasa seperti sebuah kemewahan tersendiri. Memang tidak banyak, namun ini lebih dari cukup, mengingat beberapa bulan belakangan menu harian saya didominasi oleh nasi dan sayur P...

Kedatangan Sang Pembawa Rezeki: Nostalgia dan Harapan Baru

Gambar
[ Artikel 39#, kategori Amir ] Lama tak ada kabar, tiba-tiba saja beliau satu ini mengabari bahwa ia akan datang dan menetap sebentar di Semarang . Entah apa yang membawanya kembali, namun diam-diam saya berharap kedatangannya ini membawa hoki atau keberuntungan dalam kisah hidup yang sedang saya jalani belakangan ini. Kawan lama saya ini, salah satu sosok sukses yang dulu pernah menjadi bagian dari komunitas dotsemarang bersama-sama, memberitahu bahwa penempatan pekerjaannya kini berada di sekitaran Jawa Tengah . Kepindahannya ini lagi-lagi terjadi, setelah sebelumnya ia dan sang istri menjalani hiruk pikuk kehidupan di Jakarta . Sejujurnya, saya malah baru tahu jika kemarin-kemarin ia sempat berada di Ibu Kota. Tapi sudahlah, itu bukan lagi urusan saya. Kisahnya dan kisah saya memang sudah berjalan di jalur yang jauh berbeda. Berkah Rezeki yang Kontroversial Jujur, awalnya saya sempat merasa enggan untuk menerimanya datang. Bukan tanpa alasan, dahulu saya sering merasa keberunt...

Di Balik Layar GIIAS Semarang 2025: Perjuangan dan Kebanggaan Blogger Lokal

Gambar
[ Artikel 38#, kategori Dibalik Layar] Bisa ikut liputan GIIAS Semarang 2025 sebagai blogger adalah pengalaman yang luar biasa, apalagi ini tahun keempat dotsemarang hadir di event otomotif bergengsi ini. Sebagai satu-satunya blog independen dengan platform Blogspot yang berhasil tembus seleksi media, rasanya ada kebanggaan tersendiri.  Semarang , kota yang selalu punya cerita, kembali jadi panggung. Tapi, cerita di balik layar liputan ini ternyata nggak selalu mulus, malah cenderung bikin deg-degan sampai harus naik Trans Semarang bolak-balik tanpa kejelasan. Tantangan di Balik Layar Sejak GIIAS pertama kali mampir ke Semarang, kategori "blogger" itu nggak pernah ada. Kami, para penulis independen, harus ngotot masuk lewat jalur "rekomendasi" atau "personal media". dotsemarang selama ini beruntung. Tapi, di tahun ini, tantangannya jauh lebih berat. Penyelenggara semakin ketat. Kriteria yang dicari itu sekarang sudah macam-macam: harus punya kantor...

Drama Rice Cooker Mini dan Perjalanan Mencari Ganti

Gambar
[ Artikel 6#, seni bertahan hidup ] Hari kedua di bulan Oktober, saya harus terima nasib terjebak dalam skenario yang benar-benar di luar kepala. Sore itu, waktu terasa lambat sekali, apalagi buat mereka yang mendamba cepat-cepat sampai rumah. Tapi, saya malah mandek di depan Pasar Mrican. Pertanyaan klise muncul: apa sih yang sebenarnya saya lakukan di sini? Kamu mungkin ingat cerita saya sebelumnya soal rice cooker mini kesayangan yang colokan listriknya kembali rewel. Padahal, belum genap sebulan rasanya benda mungil itu diperbaiki, tapi kok ya sudah ngadat lagi. Saya mulai berpikir, daripada harus mengeluarkan uang perbaikan yang nominalnya sudah setengah harga barang baru, lebih baik saya cari alternatif. Akhirnya, saya coba peruntungan mencari barang bekas di Facebook Marketplace . Alhamdulillah , ada yang jual! Drama Dapur Setelah berkomunikasi, penjualnya setuju menurunkan harga dari Rp30 ribu menjadi Rp20 ribu . Maklum, harga barunya saja hanya berkisar Rp30 ribuan, ja...

Halo Oktober, Perayaan yang Gagal

Gambar
[ Artikel 156#, kategori catatan ] Awal bulan, harapan baru . Begitu, kan, seharusnya? Saya sendiri ingin menyambutnya dengan semacam perayaan , meskipun sangat sederhana. Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Entah ini bisa disebut kisah lucu atau memang nasib yang lagi sial? Saya hanya berharap kesialan ini tidak betah menemani saya sepanjang bulan ini. Rabu, 1 Oktober 2025. Pagi di Kota Semarang itu rasanya sangat cerah . Langit biru yang beberapa hari kemarin seolah "tenggelam" karena mendung, akhirnya kembali menampakkan diri. Tentu ini kabar gembira, yang sayangnya tidak berlangsung lama. Urusan Bayar Tagihan Menjadi dewasa itu, ya ampun, tidak semudah yang dikira. Bagi sebagian orang yang bekerja dan baru saja menerima gaji, mereka pasti sudah bersiap-siap untuk "dipotong" oleh cicilan yang telah mereka pinjam. Entah itu tagihan cicilan rumah, kendaraan, sampai pinjaman sana-sini. Saya, dalam beberapa tahun belakangan, mengalami fase ini. Bedanya, saya tidak ...