Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Halo Oktober, Perayaan yang Gagal

[Artikel 156#, kategori catatan] Awal bulan, harapan baru. Begitu, kan, seharusnya? Saya sendiri ingin menyambutnya dengan semacam perayaan, meskipun sangat sederhana. Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Entah ini bisa disebut kisah lucu atau memang nasib yang lagi sial? Saya hanya berharap kesialan ini tidak betah menemani saya sepanjang bulan ini.

Rabu, 1 Oktober 2025. Pagi di Kota Semarang itu rasanya sangat cerah. Langit biru yang beberapa hari kemarin seolah "tenggelam" karena mendung, akhirnya kembali menampakkan diri. Tentu ini kabar gembira, yang sayangnya tidak berlangsung lama.

Urusan Bayar Tagihan

Menjadi dewasa itu, ya ampun, tidak semudah yang dikira.

Bagi sebagian orang yang bekerja dan baru saja menerima gaji, mereka pasti sudah bersiap-siap untuk "dipotong" oleh cicilan yang telah mereka pinjam. Entah itu tagihan cicilan rumah, kendaraan, sampai pinjaman sana-sini.

Saya, dalam beberapa tahun belakangan, mengalami fase ini. Bedanya, saya tidak sedang menunggu gaji sama sekali. Setiap hari rasanya adalah perjuangan yang mempertanyakan: kapan datangnya keajaiban yang akan menghampiri?

Semenjak menambah beban pinjaman, tagihan yang harus saya bayar tiap awal bulan semakin besar. Saya harus benar-benar pintar memutar otak agar uang itu tidak menjadi bumerang bagi diri sendiri. Apalagi, barang-barang berharga sudah banyak yang harus direlakan.

Perayaan yang Gagal Total

Untuk memaknai bulan baru ini, saya berpikir perlu merayakannya dengan cara yang sangat sederhana, yaitu dengan membeli makanan enak. Kali ini, saya memutuskan untuk "royal" dengan membeli mi instan dan sebutir telur yang total harganya Rp6.500.

Akhir-akhir ini, makan mi dan telur rasanya sudah seperti kemewahan tersendiri, semenjak saya menerapkan penghematan besar-besaran. Bayangkan, dalam seminggu, saya akan terus-menerus makan sayur pare dan tempe kering yang total harganya cuma Rp8.000.

Anda bisa membayangkan sendiri bagaimana rasanya makan dua kali sehari, menunya itu-itu saja (pare dan tempe kering). Makanya, saya sangat ingin memanjakan lidah dan perut ini di awal bulan.

Setelah semua persiapan dilakukan dengan penuh semangat, segera saya mencolokkan rice cooker mini yang sudah hampir setahun ini menemani. Lho, kok tidak berfungsi?

Padahal sebulan lalu baru saja diperbaiki, kan? Waduh. Inilah yang saya maksud, antara cerita lucu atau kesialan. Apalagi, beras sudah dicuci dan ditaruh di dalamnya, lengkap dengan telur yang sudah dibeli tadi.

Saya hanya bisa menertawai diri saya sendiri. Baru awal bulan sudah tertimpa kejadian yang begini saja. Akhirnya, setelah mengintip ke dapur dan memastikan rice cooker utama tidak dipakai, saya segera memindahkan beras dan telur ke sana.

Perayaannya tetap jadi, syukurlah. Tapi, gambaran utama yang saya bayangkan — masak mi dan telur di rice cooker pribadi dengan khidmat — itu yang gagal total.

...

Kisah di awal bulan saya sudah tidak semulus hasil pertandingan Liga Champions antara Real Madrid melawan Kairat yang berakhir dengan skor kemenangan 5-0 itu.

Semoga saja selalu ada hikmah di balik setiap kejadian, sekecil apa pun itu. Ayo bersemangat menjalani bulan Oktober 2025!

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini