Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Hal Menarik Tiap Pergi Ke Bioskop


[Artikel 16#, kategori Kofindo] Ditengah penuh sesak penonton yang memadati antrian pembelian tiket, saya terharu duduk disebelah seseorang yang punya keterbatasan ini. Apakah dia ingin nonton film Indonesia? Siapa yang dikabarin dengan ponsel jadoel yang diketik dengan kaki-kakinya tersebut. Inilah salah satu hal menarik tiap pergi ke bioskop.

Menutup akhir tahun 2016, film Hangout dan Cek Toko Sebelah mencuri perhatian banyak penonton dari generasi Z. Mereka mengantri hingga sangat jauh dari pintu masuk bioskop yang masih tutup. Luar biasa.

Antrian masih saja terus panjang meski pintu sudah dibuka. Saya sendiri dengan langgengnya menerobos antrian memang sangat mudah mendapatkan tiket. Maklukm, saya pemegang kartu ajaib yaitu Movie Card.

Tak butuh lama, tiket film sudah saya kantongi. Sambil melihat suasana yang ramai untuk diabadikan saya mencari sudut yang pas buat diabadikan. Dan di sini, tempat duduk sebelah orang yang sedang duduk juga sedang mengetik ponselnya dengan kakinya.

Saya tak bermaksud kurang ajar dengan mengambil gambarnya. Yang saya pikirkan hari itu adalah ia adalah salah satu orang yang ada di dalam keramaian. Ia tidak mengalah dengan keterbatasan, dan sosoknya buat saya begitu menginspirasi.


Saya harap orang tersebut ikut menonton salah satu film Indonesia. Film bukan saja sebagai media hiburan untuk jiwa dan raga, tapi lebih dari itu banyak sekali manfaat menonton film di bioskop.

...

Mari merenung sejenak tentang apa yang saya lihat. Film Indonesia adalah wajah masyarakat bangsa ini dan banyak sisi kreativitas dibangun di sana.

Selain orang seperti beliau ini, beberapa penonton dari kalangan generasi tua terkadang sering saya lihat berada di dalam bioskop. Ikut mengantri ditengah himpitan anak remaja. Tidak mau kalah dan bangga dengan wajah film Indonesia.

Apakah itu bentuk apresiasi atau sekedar rencana meluangkan waktu untuk rekreasi. Yang pasti, saya bangga dengan mereka yang masih mau pergi ke bioskop.

Selamat hari kamis,
12 Januari 2017
Yuk pergi ke bioskop.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger