Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Rumah Penuh Kenangan Ini Akhirnya Dijual


[Artikel 27#, kategori Catatan] Rumah ini dijual juga akhirnya. Banyak kenangan yang tersimpan di sana. Siapa mau beli? Harganya lumayan dengan kondisi sebuah perumahaan dan dekat kota. Tertarik?

Kamu sudah benar membaca blog pribadi saya meski kamu mengira ini blog jual beli rumah. Bukan, bukan. Alasan saya memposting ini karna rumah ini banyak sejarahnnya buat saya. 

Andai saya seorang tokoh besar, mungkin rumah ini tidak akan dijual dan dijadikan museum untuk mengenang saya dan cerita dibalik rumah tersebut.

Keluarga kecil

Semenjak memutuskan pindah ke Semarang dengan alasan kuliah, saya sebenarnya tinggal disebuah perumahaan sebelum rumah ini akhirnya kami tempati. Dengan alasan tertentu, kami memutuskan pindah kesini dan membangun keluarga kecil (karna rumahnya kecil).

Keluarga kecil ini berisikan saya, dan keluarga sahabat yang saya anggap keluarga sendiri yaitu Difa dan adik-adiknya. Kami resmi tinggal di sini kalau nggak salah 2010. Saya menemukan rumah ini ketika diminta untuk mencari rumah yang dekat dengan akses kampus sebenarnya.

Jatuh cinta

Tidak kebayang bagaimana perasaan saya waktu itu yang sedang jatuh cinta ke beberapa wanita. Seperti langit yang berganti siang dan malam, saya pun mengalami pergantian dari yang terbaik hingga yang lebih baik.

Meski begitu, semuanya tetap pergi. Sama seperti rumah ini yang akhirnya dijual juga. Banyak kisah cinta yang sebenarnya ada di sana.

dotsemarang

Ada suatu malam saat saya membuat sebuah acara di sini sekitar subuh-subuh. Waktu itu sedang final Liga Champions. Karena antusiasnya besar, tetangga jadi marah. Semenjak itu saya tidak lupa bagaimana hubungan saya dan tetangga itu kurang baik.

Rumah ini mau tidak mau menjadi saksi bagaimana bertumbuhnya dotsemarang yang awalnya pertemanan menjadi persahabatan. Kisahnya dari yang bahagia hingga yang sedih-sedih, semua ada di sini.

...

Hingga tulisan ini, rumah ini belum terjual. Kalau ada yang tertarik, silahkan saja hubungi saya. Buat yang pernah merasakan tinggal di sana, mungkin bisa membayangkan bagaimana hubungan saya dan kamu sekarang.

Ada siang, ada malam dan ada hujan ada kemarau. Ada pertemuan ada perpisahan. Semoga rumah ini tetap menjadi kenangan hingga akhir usia kita. Dan yang akan menempati nanti, semoga bahagia dan diberi berkah.

Terima kasih dari saya untuk rumah ini.
Rumah ini berada di Perumahan Bimasakti, Jalan Badak V Timur, Semarang

Artikel terkait :

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger