Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Menjadi Lebih Baik


Rasanya semua orang akan melakukan yang terbaik di tahun ini. Melangkah maju, tahap demi tahap. Dan percaya diri bahwa kita mampu melakukannya. Mungkin agak sulit, tapi saya yakin semua akan bisa dilewati dengan catatan konsisten.

Pria berkamata yang tanggal lahirnya menjadi password ini, kini, memasuki usia 27 tahun. Pria ini punya harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Memang kata itu tak pernah terucap, karena saya tahunya malah dari socmed. Beginilah potret anak muda sekarang, terutama tahun 2017. Orang terdekat bukanlah orang yang akan mendengar apa yang diucap.

Ngomongin soal menjadi lebih baik, saya pun juga ingin menjadi lebih baik. Meski harus meninggalkan orang-orang yang memperhatikan saya. Tapi saya yakin, saya tak pernah merasa meninggalkan. Yang ada, saya berharap ada seseorang yang hadir tetap mengulurkan tangan dan perhatian meski saya cuek. Nyatanya, itu hanya ada di film-film.

Menjadi lebih baik berarti kita berubah dari A ke B atau selanjutnya. Pria berkacamata itu seharusnya bangga ada yang memberitahu dia kemana arah yang benar, meski agak ngesalin. Toh, itu tetap namanya sebuah perhatian.

Bayangkan saya sendiri yang mengikrarkan tahun ini ingin lebih baik. Bukannya jadi lebih baik, saya seolah terlihat sombong dengan kemampuan yang dimiliki sendiri. Kadang saya juga kesal ketika melihat status orang-orang saling sindir menyindir. Kenapa tidak katakan saja langsung sama orangnya.

Hidup saya selalu serba salah yang hingga sekarang menjunjung prinsip tidak usah main belakang. Katakan saja di depan, toh soal marah atau tersinggung, kita lihat itu sampai mana persoalannya. Ketimbang diam-diam bicara dibelakang atau nyindir di socmed.

Menjadi lebih baik berarti juga kita harus mampu menurunkan ego, bertanggung jawab kepada waktu, dan peduli dengan hal-hal remeh yang disaat remaja itu tidak penting.

Kini pertanyaannya, apakah bisa menjadi lebih baik?
Hmm.. seharusnya bisa, sih.

*Terkadang kita harus berubah untuk menghargai jerih payah orang lain yang mau peduli denganmu, selamat merayakan hari jadi, bro".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger