Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Gagal Lolos Semifinal Liga Champions 2019


[Artikel 82#, kategori MU] Sangat tidak nyaman menulis akhir-akhir ini, terutama Manchester United. Kekalahan demi kekalahan mengubur semua impian kala Ole resmi menjadi pelatih. Apakah yang terjadi pada tim? Bertandang ke markas Barcelona, tim diajarin bermain seperti apa mental juara.

Rabu dini hari (17/4), semua berpikir ada harapan dapat membalikkan skor seperti yang terjadi melawan PSG. Nyatanya malah dibantai dengan skor  3-0. Messi dua gol dan satunya Coutinho.

De Gea paling disorot kali ini karena gol kedua Messi sangat mudah ditangkap tapi gagal dalam pelukan. Bola terus meluncur ke arah gawang.

Mari intip videonya saja berikut ini. Saya gagal membuat live tweet setelah Messi mencetak gol pertamanya.


Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini