Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Mantanku Bahagia

[Artikel 66#, kategori Cinta] Sudah setengah bulan berlalu. Dan saya masih belum baik-baik saja. Ditambah melihat wanita yang sangat diperjuangkan harus rela diikhlaskan. Pria itu beruntung, wanita yang sekarang ia cintai adalah yang terbaik sekarang ini.

Bulan ini, perjalanan waktu terus berlalu. Saya bakal rindu hari ini ketika telah tiba di masa depan. Menengok kembali halaman ini dan berbicara dalam diri, ya kamu pantas bahagia.

Ingin sekali saya mengeluarkan beban pikiran tentang kamu di media sosial. Tapi kebahagiaanmu adalah lebih penting ketimbang hatiku yang begitu rapuh.

Sudah beberapa hari ini kamu tidak memberi kabar. Satu sisi bagian diriku mencoba realistis, sedangkan sisi lainnya mengapa kamu tega meninggalkanku.

Tak perlu digubris, ini hanyalah perjalanan. Saat seseorang menderita karena cinta, mungkin itu karna memang tidak berharga. Atau bagian dari takdir yang harus dilewati. 

Mungkin dia pernah disakiti, dan sekarang takdir itu harus kita yang membayarnya. Itu akan terus berjalan sampai akhirnya pergi dengan sendirinya. 

Jadi tak perlu risau saat kamu merasa sedih atau menderita seperti saya. Ia bahagia, wajar karena ia sedang jatuh cinta. Kamu menderita, wajar karena kamu sedang berproses menuju bahagia.

'Mantanku bahagia
Senang rasanya melihat mereka

Tapi aku menderita'

...

Saya iri dia (kekasihmu) kamu perlakukan lebih istimewa dariku. Andai waktu bisa mengulang, saya tidak ingin mengenalmu terlalu dalam. Semoga kamu tidak datang lagi kepadaku saat kamu menderita karena cinta. 

Gambar : Ilustrasi

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini