Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Watford 4-1 MU: Ole Out!

[Artikel 95#, kategori MU] Rasa percaya tidak percaya, jam menunjukkan belum pukul 2 dini hari dan saat melihat skor pertandingan Manchester United. Dubrakk... apaan ini! Kok malah dibantai gini. Tagar Ole out harus berhasil kali ini.

Cukup sudah kesabaran sebagai fans klub yang dipuja sejak jaman SD ini. Seburuk-buruknya era Mourinho, setidaknya memberi gelar. Ini saat Ole mengambil alih hingga 3 tahun lebih, tidak ada satu pun title juara.

Kaget

Semenjak kekalahan memalukan dari Liverpool, saya kembali berhenti menonton MU. Dan ketika malam minggu ini (20/11) berencana tidur awal seperti biasa, saya kaget melihat notifikasi tim akan bermain jam 10 malam melawan Watford di kandang mereka.

Rencana tidur saya tetap berlanjut. Selain saya udah malas nonton, pertandingan pekan kedelapan juga menyakini tim akan mulus melewati hadangan tuan rumah.

Dan saya kembali kaget ketika dini hari terbangun melihat skor dengan angka 4-1. Manchester United dibantai. Di sana ada Ronaldo padahal, namun warna merah kotak yang terlihat di papan skor ada nama Maguire yang terkena kartu merah. Pantesan!

Ole resmi dipecat

Ini sudah kelewatan, meski tagar #OleOut menggema di linimasa, tagar #Olestay masih saja ikut serta. Saya mengerti perasaan orang-orang yang menginginkan proses dan mencintai Ole, tapi ini bicara integritas sebagai klub besar. Mau sampai kapan dibully terus?

Sekelas Mou aja yang memberikan 3 piala saja dipecat, gimana dengan yang tidak memberikan apa-apa. Ditambah nama besar Ronaldo juga ada di dalam formasi saat melawan Watford, kenapa Ronaldo lagi-lagi apes.

Kabar yang ditunggu akhirnya tiba juga. Klub sudah mengeluarkan statement bahwa klub resmi berpisah dengan Ole. Sesuatu yang melegakan meski belum ada nama pengganti yang diharapkan.

Michael Carrick disebut-sebut sebagai pengganti sementara sampai manajemen menemukan pelatih baru hingga akhir musim. Semoga yang terbaik untuk Carrick.

...

Lega rasanya melepas Ole karna rentetan buruk yang dialami klub. Saya tidak membenci Ole, saya hanya menginginkan klub tidak terus menerus dibully atau tidak konsisten. 

Percaya proses? Jangan lakukan kepada tim sebesar Manchester United. Lakukan saja kepada tim lainnya yang ingin menjadi besar. MU tidak boleh sebaliknya, harus tetap besar. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

☕ Cerita Juli: Memulai Misi Hemat Bersama Kopi Luwak Sachet

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun