Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Pria Beruntung

Linimasa Twitter begitu menyenangkan akhir-akhir ini, hanya saja banyak cerita yang akhirnya tak terpendam keluar dilampiaskan. Terutama para wanita yang menganggap hubungan mereka tidak sempurna. Kata sakit, menyedihkan dan membenci jadi bumbu cerita. Andai mereka bertemu pria seperti saya yang selalu menganggap hidup adalah keberuntungan.

Apa kabar saya hari ini? Akhirnya ganti cover juga yang sudah satu tahun dipertahankan. Lelah sekali menjaga dia yang tiba-tiba datang lagi dan kemudian menghilang lagi. Ditambah masalah keluarga yang tak pernah saya prediksi akan ikut menyeret saya yang biasanya begitu tenang di dalam kamar.

Pria beruntung

Tidak terasa tahun ini saya berusia 36 tahun. Belum menikah dan masih berusaha meminta kepada Tuhan untuk dikabulkan sebuah permintaan bahwa saya ingin sekali seumur hidup saya bisa menikah.

Ternyata di umur sekarang ini, kekhawatiran mulai terasa. Bukan karena cemburu melihat dunia sekitar terus berputar dan bahagia, tapi saya sadar saya memerlukan pasangan. Tidak bisa hidup sendiri.

Pria beruntung akan menemani saya dalam mengarahkan nahkoda baru blog ini. Sebuah batas yang saya sematkan agar tidak menjadi dilema dan setidaknya bisa memberi inspirasi ketika seseorang akan beranjak  usia seperti saya.

Di usia sekarang memang terasa menyedihkan kala pengalaman yang luar biasa di masa muda tidak berguna. Terutama urusan perempuan, apakah itu karma atau Tuhan tidak ingin membuat saya terpukul andai diberikan, kemudian diambil kemudian. Saya banyak melihat ini dan itu sedihnya lebih dari sekedar putus dengan pasangan.

Kedatangan saya di Kota Semarang juga saya anggap beruntung. Bahkan laptop yang saya gunakan untuk menulis ini juga bagian dari keberuntungan. Semoga ASUS tidak mengambilnya..eh ngelunjak. 😅

Cukup sampai di sini saja pengumumannya tentang tema blog saya setahun ke depan. Semoga saya lebih banyak lagi mendapatkan keberuntungan.

Sebagai pria cancer, saya sangat setia dan ingin selalu ceria. Hanya saja, selalu ditinggalkan. Mari kembali mendekam dalam kesunyiaan. Sehat selalu buat kita semua. 

Artikel terkait :

Komentar

  1. artikelnya bagus dan informatif, jangan lupa mampir ke situs kami <a href=">safarinesia.com</a>

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini