Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Buka Puasa Dengan Gorengan


Ini semacam jadi tradisi tiap bulan puasa di Semarang, gorengan selalu jadi menu utama disamping air putih yang melegakan. Padahal tiap kali ditanya makan sedikit, jawabnya lagi diet. Selalu mencari yang sehat-sehat, tapi saat gorengan jadi pelampiasan??

Lupa kalau gorengan itu digoreng dengan minyak dan bisa memberi dampak pada kesehatan, seperti kolestrol. Tapi mau gimana lagi, cari jajanan saat berbuka tidak semudah mencari jajanan berbuka di Samarinda. Di sana alternatifnya banyak, apalagi ada pasar Ramadan. Beh, makanan favorit saya itu bingka yang bentuknya bulat dengan warna kekuning-kuningan dan bagian bawahnya kecoklatan. Sedap!

Mengapa gorengan?

Rasanya tiap orang termasuk keluarga di Semarang, memilih gorengan sebagai menu berbuka lebih soal kepraktisannya saja. Beberapa gorengan yang menjadi favorit di sini pun tidak banyak meski tiap beli ada banyak pilihan.

Makanya tidak heran sepanjang jalan dekat rumah, gorengan menjadi tempat paling ramai sebelum berbuka puasa. Jumlah penjualnya, tidak bisa dihitung.

Saya sendiri sukanya pisang goreng. Sedangkan yang lain suka sama misoa goreng, tahu petis dan mendoan. Untuk misoa sendiri merupakan makanan langka yang biasanya didapat saat bulan puasa.

Maklum, saat tidak bulan puasa sangat jarang makan gorengan. Semisal akhirnya membeli pun tidak akan mendapatkan misoa yang bahannya mie seperti bihun di dalamnya kalau nggak salah. Makanan ini favorit di rumah ini.

...

Andai di sini ada pasar ramadan mungkin lain lagi ceritanya. Kalau takjil, jarang sekali dikonsumsi saat berbuka meski beberapa hari kemarin sedang ada pembagian takjil gratis.

Bagaimana dengan makanan berat saat berbuka? Sama aja seperti yang lain, paling juga nggak makan karena masih kekenyangan dengan gorengan tadi plus air putih beberapa gelas. 

Kira-kira, kamu buka dengan apa?

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini