Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
[Romantis] Review Film Another Oh Hae Young
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Bertemu dengan seseorang, dimana wajah orang tersebut terus membayang, tiba-tiba jatuh cinta kepadanya. Apakah ini takdir, jatuh cinta pada pandangan pertama atau misi balas dendam untuk melampiaskan kekesalan dosa di masa lalu?
Begitulah awal-awal film ini ditayangkan. Jujur saya sempat berpikir ini kurang bagus dan tidak menarik. Namun saya tetap kekeh mengikuti satu persatu. Di situ saya mulai tertarik dan menunggunya hingga episode terakhir. Rabu kemarin (29/6/2016), film ini selesai dengan happy endding.
Salah orang
Ceritanya dimulai dari sebuah kesalahan yang akhirnya merembet kemana-mana. Ada 2 orang wanita yang bernama Oh Hae Young (judul). Keduanya bak langit dan bumi, maksudnya satunya cantik dan satunya biasa. Keduanya mengalami kegagalan dalam pernikahan.
Eric Mun (Park Do Kyung & Seo Hyun-jin ( Oh Hae Young biasa)
Meski ada 2 orang, Oh Hae Young yang biasa paling disorot di film ini untuk kehidupannya. Pemerannya adalah Seo Hyun Jin, yang memang diplot sebagai pemain utama dan disandingkan dengan lawan mainnya, Eric Mun.
Oh Hae Young cantik yang sebenarnya akan menikah dengan Park Do Kyung ( Eric ), karna sebuah alasan mereka tidak jadi menikah dan membuat Park Do Kyung galau setengah mati. Hingga perasaan galau tersebut membuatnya menghancurkan pernikahan Oh Hae Young yang berwajah biasa.
Jeon Hye-bin ( Oh Hae Young cantik)
Semuanya menjadi dilema, hidup mereka seperti siksaan yang tak kunjung usai. Suatu hari, mereka dipertemukan. Park Do Kyung perlahan-lahan jatuh cinta dengan Oh Hae Young biasa. Persoalan kembali terjadi, Park Do Kyung salah menghancurkan pacar Oh Hae Young yang akan dinikahinya.
Setelah sadar bahwa ia mencintai wanita yang ia hancurkan pernikahannya, membuat Park Do Kyoung galau kembali. Hubungan mereka tidak seindah harapan tapi menyenangkan tiap mereka mengatakan suka.
Hingga akhirnya cinta Oh Hae Young biasa yang begitu besar mampu mengatasi kegalauan Park Do Young yang super galau, terlebih kemampuannya dapat melihat masa depan dimana ia akan meninggal.
Seru lucu dan pasti dinanti
Bukan hanya perjuangan Park Do Young dan Oh Hae Young mempertahankan cintanya. Kisah lain pun dimasukkan yang berasal dari dua saudaranya Park Do Young yang punya masalah asmara juga.
Melihat alur cerita yang maju mundur tiap episode memang mengasyikkan. Apalagi banyak kejadian lucunya yang membuat tidak bosan. Tapi tunggu dulu, film ini juga mampu membuat sedih. Soundtracknya itu lho yang kadang buat melow.
Melihat bagaimana wanita mengejar cintanya
Dari keseluruhan cerita, garis besarnya adalah bagaimana seorang wanita mengejar cintanya. Padahal, Oh Hae Young biasa sudah disakiti karna pernikahannya digagalkan. Meski sebenarnya bukan si Park Do Young pelaku utamanya.
Tidak mudah berada diposisi Oh Hae Young biasa yang terus mengungkapkan cinta. Apapun dilakukannya hanya untuk mendapatkan pengakuan. Termasuk keluarganya yang kadang mendukung dan kadang mengusirnya.
...
Ah saya tidak jago mereview film dengan kategori seri begini. Film dengan 18 episode ini dirilis pada tanggal 2/5/2016 dengan durasi sekitar 1 jam tiap episodenya.
Suatu hari saya ingin menontonnya kembali karna ceritanya yang berbeda dengan apa yang biasa saya ketahui/tonton. Romantisnya dapat, komedinya apalagi dan karna film ini juga saya baru tahu yang namanya pekerjaan sebagai movie sound.
Tertarik menontonnya, saya taruh di sini ya linknya. Judulnya ada yang lain juga ,toh. Ada Oh Hae Young Again.
Begini rasanya ketika mertua datang ke rumah, nggak enakan. Padahal, cuma menjenguk cucu kesayangan. Tapi rasa malas yang biasa dirasakan sebelum nikah, berubah rasa risih. Serba salah, pokoknya.
[Artikel 17#, kategori Tips] Saya sudah menghitung kira-kira berapa kuota yang dihabiskan untuk menonton siaran langsung sepakbola via streaming. Tentu Anda sekarang bisa mengukur biaya untuk menghabiskan kuota apabila tim kesayangan Anda akan bertanding hari ini.
Istilah pacaran jarak jauh atau LDR sudah banyak kita dengar dan lazim. Saya pun pernah mengalaminya dan akhirnya kandas semua. Tapi kalau pasangan suami istri LDR?
[ Artikel 31#, kategori Internet ] Semakin ke sini, penggunaan kuota internet satu bulan rasanya sangat kurang. Berbeda saat menggunakan wifi dulu. 30 GB satu bulan itu seperti sulit bernafas. Tapi terus dipaksaain, mirip orang bernafas. Bulan ini, saya memperhatikan jumlah kuota yang saya pakai dari operator Tri dengan paket unlimited satu bulan dengan kuota 6 GB. Unlimited di sini tidaklah benar-benar unlimited, tapi limited. Alias terbatas. Hanya diberi 1 GB perhari dengan ketentuan pemakaian jam 1 dini hari sampai jam 5 sore. Setelah habis 1 GB, kita harus memakai kecepatan jaringan dengan maksimal kecepatan 1 mbps. Lumayan sih, daripada 64kbps milik Indosat setelah batas wajar pemakaian. Bila dihitung, unlimited 1 GB satu hari dikali 1 bulan jumlahnya 30 GB. Plus 6 GB untuk penggunaan jam 5 sore sampai jam 12 malam. Saya sebelum jam 9 malam, udah tidur malah . Dan 6 GB ini juga sangat kurang. Tapi mau gimana lagi. Dengan paket segitu, harga yang dibandrol kurang dari 60...
[ Artikel 2#, kategori Pralastic ] Setelah merayakan pergantian usia baru beberapa waktu lalu, urusan pernikahan kerap menjelma menjadi topik berikutnya yang bergulir. Kapan menikah atau pertanyaan klasik soal mengapa belum juga menikah seolah menjadi kalimat yang akrab singgah di telinga. Lantas, bagaimana sebenarnya cara bersikap dan menanggapi dinamika fase hidup ini? Memasuki usia 40 tahun, matematika kehidupan bekerja dengan cara yang terkadang terasa kaku. Kesempatan untuk menikah semakin menyempit, dan pilihan yang ada di hadapan mata pun kian terbatas. Terlebih ketika menyadari bahwa di belakang tidak ada kekuatan besar—baik dari segi sokongan ekonomi keluarga maupun jaringan kekuasaan yang mapan. Berdiri di atas kaki sendiri berarti harus siap menerima kenyataan bahwa ritme hidup berjalan dengan tarikan napas yang lebih panjang dan melelahkan. Bisingnya Algoritma dan Standar Pernikahan Era Modern Saya menyadari bahwa ruang pilihan memang kian mengerucut, sehingga wajar jika te...
Komentar
Posting Komentar