Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Akhirnya Keluar Kandang


Bulan April sepertinya menaungi bintang Cancer. Saya, yang lahir bulan di bintang tersebut akhirnya mendapatkan semacam kebahagiaan yang belum bisa saya gambarkan dengan kata-kata. Maklum, yang kepo blog saya pasti kecewa karena beberapa hari saya belum update.

Untuk seseorang yang berharap hobi menjadi sebuah pekerjaan, rasa bangga itu memang sangat berbeda dengan mereka yang menganggap biasa. Maklum, kerja keras didalamnya menjadi benih yang tumbuh hingga menjadi buah. Siapa yang tak akan lebay melihat pengorbanan nya berhasil untuk waktu sekarang.

Jakarta sebagai kiblat blogger saat ini menurut saya, memang sangat menarik melihat berbagai acara disana terus membranding produk mereka dengan mengajak blogger. Ada sih di daerah-daerah bloggernya, tapi tetap menurut saya masih didominasi ibukota sebagai pemain utamanya.

Kesempatan itu akhirnya datang bulan ini. Saya kembali menginjakkan kaki di Jakarta. Banyak kenangan yang tersimpan disini. Mulai dari pertemanan, persahabatan, persaudaraan hingga cerita cinta, semua ada disini.

Seperti sebuah bunga yang mekar kemudian layu, semua terjadi seperti sudah ada yang ngatur. Saya datang sendiri disini. Tidak ada teman, sahabat atau pasangan seperti dulu lagi.

Hukum alam benar-benar berlaku. Saya jadi orang terlalu serius hingga membuat keadaan tidak asyik lagi. Tapi, mau gimana lagi. Mimpi-mimpi yang dibangun hanya saya saja yang mengerti dan melanjutkan.

Bahkan, orang-orang baik di ibukota ini tak banyak juga yang saya kenal saat acara ini dilaksanakan ditempat mereka. Benar-benar semua telah berubah. Alasan sederhana untuk ini adalah kesibukan dan aktivitas yang sudah pakem tidak dapat diganggu gugat.

...

Sekarang saya benar-benar memilih mana acara yang menarik atau tidak menarik. Selama berhubungan dengan pekerjaan dan itu diundang, saya akan usahakan sebisa mungkin datang. Waktu saya semakin menipis untuk memikirkan hal lain yang membuang waktu.

Kebanyakan memikirkan orang dan sesuatu yang penting membuat saya rela ditinggalkan dan tidak dirasa penting. senangnya, bisa keluar kandang (Semarang). Bulan depan kemana lagi, yah? :)

Salam blogger

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📌 Realitas Finansial Juni 2026: Ketika Tagihan Menembus Angka 1 Juta dan Bertahan di Jalur Blogger