Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Masalah Ngeblog : Kehilangan Momentum

Saya punya alasan tersendiri mengapa suka membawa tas ransel yang isinya laptop ketimbang tas slempang yang ringan yang berisi ponsel. Masalahnya, setelah ide ada dikepala buat ditulis, bila tidak segera, dijamin saya bakalan gak akan menulis. Alias kehilangan momentum buat posting. Ini masalah besar bagi blogger seperti saya.

Apakah ada yang pernah mengalami masalah seperti saya? Sebagian mungkin, ia. Kehilangan momentum menulis itu seperti penyakit yang kompleks. Malas, tidak bergairah, cuek dan juga depresi. Memikirkan tapi tak kunjung mendapat inspirasi.

Ini bukan sesekali saja menghampiri. Tiap kali menahan diri untuk tidak menuliskannya, meski hanya taruh di evernote, saya langsung terserang penyakit seperti diatas. Apalagi lebih dari 2 hari meninggalkan tulisan itu tersimpan di dokumen online.

Masalahnya bukan soal penyakit ketika menulis dengan segera. Tubuh lelah dan sudah waktunya masuk jam tidur seakan pertanda ide saya akan saya tulis esok hari. Bila ingat, bila tidak, wassalam.

Cara terbaik yang bisa saya lakukan adalah dengan segera menuliskannya meski dalam bentuk draft. Saya seringnya, menaruh di aplikasi catatan online seperti evernote atau note versi laptop.

Disana, hanya kerangka besar yang saya taruh. Untuk membuatnya lebih menarik, saya tetap butuh laptop untuk memikirkannya lebih baik.

Harus dipaksa, memang! Begitulah saya untuk tetap menjaga momentum agar tidak hilang. Bagaimana dengan Anda, punya solusi lain?

Salam blogger

Komentar

Postingan populer dari blog ini