Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Tim Hore! Begitu Mereka Menyebutnya


Saya senang berada diantara mereka. Ramai dan ramai. Mereka datang dengan berbagai latar belakang. Bahkan, hanya saya saja pengangguran kelas bawah yang hanya mengandalkan kemampuan menulis. Sungguh, saya ingin bercerita tentang mereka. Dan mereka menyebutnya Tim Hore..

Malam ini, saya datang terlambat ke sebuah acara. Teman-teman yang biasa hadir karena acara khususnya undangan brand atau yang terkenal pasti ada disana. Tapi yang ini beda. Sekelompok kecil dan sebagian besar wanita membuat sofa sudut ruangan tampak ramai karena mereka.


Ya, itulah Tim Hore. Mereka semua begitu dekat sekarang. Jujur, saya dekat ini baru-baru saja. Mereka sangat ramai dan ceria dalam event ini. Maklum, mereka berlatar belakang pekerja yang banyak menyita waktu mereka.

Ada mba Atika dari museum Ranggawarsita, Mas Panda (maunya disebut demikian) yang bekerja disalah satu perusahaan telekomunikasi, mba Indah-seorang penggerak dari tim ini yang bekerja disalah satu hotel yang ada di Semarang dan mba Devi serta rekannya, wanita tangguh yang bekerja sebagai dosen dan paruh waktu bertraveling ria. Serta masih ada beberapa lainnya.

Suatu kebanggaan bisa diantara mereka dan bisa melihat pertemanan itu bertumbuh disana. Tidak menyangka saja, kegiatan yang sederhana seperti kopdar bisa mempererat mereka.


Sumber foto semua : twitter/Fandagri

 Apalagi yang bisa diceritakan dari mereka? Hmm.. entahlah. Yang jelas, tim hore ini selalu bersemangat dan ramai bila berkumpul. Apalagi saat selfie. Haha..

Salam blogger

Komentar

Postingan populer dari blog ini