Saya melihat teman lama yang perutnya membuncit sedang menggendong anaknya. Terlihat senyumnya yang lepas seakan mengatakan bahwa dialah yang paling bahagia di dunia ini. Sebuah pesan kepada para lelaki bahwa ia sudah tiba digaris akhir seorang pria sukses. Lalu, kapan kamu? Entahlah, saya juga bingung mengapa saya berjalan tidak pada semestinya seperti para pria lainnya yang kerap kali membagikan momen-momen bahagianya dengan pasangan dan anak kesayangannya. Memiliki istri yang rupawan, apalagi setia, cakep tuh disebut keluarga kecil yang bahagia. Inilah kekurangan pada diri saya yang mengaku hebat dalam konsistensi, tapi sulit ekonomi. Pria (tidak) berharga Saya kembali memulai perjalanan baru sebagai pria yang kini menginjak usia 38 tahun. Apa yang akan terjadi sepanjang tahun, saya harap itu sangat berharga. Di umur sekarang ini, saya percaya bahwa 'laki-laki sukses ada keluarga dibelakangnya yang hebat'. Saya merenung sesaat, andai saja saya bisa kembali mengulang waktu s...
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Saya Adalah Generasi Milenial
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
[Artikel 12#, kategori generasi] Saya baru tahu kalau Gen Z termasuk generasi yang disebut Milenial juga. Ini berarti Gen Z dan Gen Y merupakan satu kesatuan yang sekarang sedang menguasai dunia. Saya, termasuk generasi ini sekarang. Bagaimana dengan kamu?
Kamis, 23 Februari 2017, saya memutuskan pergi ke bioskop untuk melihat bagaimana antusia penonton film Indonesia diakhir bulan yang katanya penuh cinta. Meski jadwal full 5 film Indonesia, nyatanya bioskop yang terletak di Mal Ciputra kembali sepi seperti biasanya. Entah kalau malam hari, saya sangat jarang pergi mengeceknya.
Usai melihat secara langsung, saya pergi ke toko buku. Saya berjanji bahwa saya tidak akan membeli, khususnya majalah Marketing. Tapi takdir berkata lain, uang yang seharusnya saya simpan untuk menghemat pengeluaran terpaksa saya keluarkan untuk membeli buku tentang generasi Milenial.
Saya sangat suka warnanya yang berwarna hijau stabilo, dan saat membuka satu persatu, wah dengan berat hati saya mengeluarkan duit di dompet juga akhirnya.
Dunia dikuasai Generasi Milenial
Kalimat di atas ini keren sekali menurut saya. Kalimat ini saya ambil dari buku yang saya beli tersebut. Dan kalimat tersebut masih ada kepanjangannya. Seperti di bawah ini
Tanpa kita sadari, saat ini dunia sudah dikuasai oleh Generasi Milenial. Perlahan tapi pasti, Generasi Milenial menjadi angkatan kerja yang aktif di kantor-kantor di seluruh dunia. Peran generasi-generasi di atasnya pun semakin tergeser, dan pada waktunya nanti akan hilang.
Masa kini adalah masanya Generasi Milenial. Mereka-mereka yang lahir setelah tahun 1980. Survei yang dilakukan oleh The United States Cencus Bureau mendapati bahwa saat ini Generasi Milenial (usia 15-34 tahun) merupakan mayoritas penduduk Amerika Serikat.
Bahkan pada 2013, populasi Generasi Milenial ini mencapai sepertiga dari total penduduk Amerika. Dari jumlah tersebut, sebagian besar berusia 23 tahun. Itu berarti bahwa Generasi Milenial masih akan menjadi mayoritas selama beberapa tahun ke depan.
Kondisi yang tidak jauh beda dengan Indonesia. Menurut data Biro Pusat Statistik tahun 2015, dari sekitar 250 juta penduduk Indonesia saat ini, sekitar 34,47% -nya atau sekitar 82 juta jiwa berusia 15-34 tahun.
Dominasi Generasi Milenial ini tidak hanya didapati pada populasi penduduk Amerika Serikat dan Indonesia, tetapi juga banyak negara lainnya. Otomatis, kelompok generasi ini yang akan mewarnai geliat kehidupan manusia di muka bumi sampai sepuluh tahun ke depan.
Saya termasuk Generasi Milenial
Di usia sekarang ini (30), mau tidak mau saya termasuk Generasi Milenial juga. Generasi yang sangat dekat dengan teknologi, maka jangan heran saya masih semangat ngeblog hingga hari ini.
Kesadaran akan teknologi ini membuat Generasi Milenial juga sering disebut sebagai Generasi Net atau Warga Digital.
Generasi ini tumbuh dan menjadi dewasa di dalam sebuah masyarakat yang memiliki cara pandang dan cara hidup yang baru, yang betul-betul berbeda dari generasi sebelumnya.
Saya sangat berharap bisa mendapatkan keuntungan dari bagian generasi ini. Bisakah saya juga menguasai dunia bersama yang lain? Saya harap demikian namun tetap dengan konteks positif.
Beberapa postingan saya tentang Generasi Milenial sudah saya taruh di sini atau cek aja label Generasi. Buat individu, mengetahui ini sangat berguna dan positif tentunya. Kamu bisa mendapatkan semacam kitab suci yang memberi jalan bahwa kamu harus fokus seperti ini.
Kamu juga tahu betapa kekurangannya kamu sebagai Generasi Milenial apabila umur kamu termasuk generasi ini.
Bila saya adalah Generasi Milenial yang akan menguasai dunia hingga 10 tahun mendatang, bagaimana dengan kamu? Apakah kamu termasuk Generasi Milenial juga?
Begini rasanya ketika mertua datang ke rumah, nggak enakan. Padahal, cuma menjenguk cucu kesayangan. Tapi rasa malas yang biasa dirasakan sebelum nikah, berubah rasa risih. Serba salah, pokoknya.
Mungkin saja saya akan terhanyut tanpa kata-kata bila tidak membaca koran beberapa hari kemarin. Mengenal istilah Cinephile saat ini sepertinya membuat saya begitu bodoh dan entah dari mana aja selama ini. Padahal ini bukan baru buat saya. Terlambat sedikit tidak masalah, bukan? Ada yang baru tahu seperti saya ini???
[Artikel 17#, kategori Tips] Saya sudah menghitung kira-kira berapa kuota yang dihabiskan untuk menonton siaran langsung sepakbola via streaming. Tentu Anda sekarang bisa mengukur biaya untuk menghabiskan kuota apabila tim kesayangan Anda akan bertanding hari ini.
[ Artikel 81#, kategori rumah ] Setelah beberapa tahun belakangan hanya merayakan Idulfitri di Kota Semarang, keluarga si bungsu akhirnya mudik juga ke Kota Samarinda. Sekarang, keluarga kecil tersebut datang dengan tambahan si kecil. Jum'at pagi (28/3), saya mengantar mereka menuju bandara Semarang. Pemberitahuan mereka akan mudik sudah diberitahu satu hari sebelumnya. Sempat khawatir karena kebiasaan ngantar ke Jogja, kirain akan ke sana. Ternyata, bukan. Ngambil cuti Dulu alasan nggak sering mudik karena profesi si bungsu yang sulit mengambil waktu karena profesionya sebagai pelayan masyarakat alias Dokter. Ternyata tahun ini sudah bisa meluangkan waktu untuk balik. Itu adalah kebahagiaan yang luar biasa buat sang istri yang sudah rindu akan rumah karena kelamaan di Semarang. Lebih tenang Kepulangan mereka jadi keuntungan sendiri buat saya yang memutuskan masih tidak mudik. Lagian mau mudik, rumah yang dituju sudah tidak ada. Ada banyak faktor yang membuat saya enggan pul...
[ Artikel 9#, kategori Dibalik Layar ] Ternyata Bus Trans Jateng baru beroperasi jam 2 siang. Padahal niat awal pergi ke Ungaran akan menggunakan transportasi ini. Sedikit usaha dan pengalaman baru yang pada akhirnya indah juga hasilnya. Kisah sederhana perjalanan saya dimulai Sabtu siang (22/8/2020) dengan berjalan kaki dari rumah menuju halte Trans Semarang yang berjarak kurang lebih 1 km. Ya, tidak ada pilihan untuk mengeluh. Lebih dari 15 menit saya menunggu bus setelah saya duduk di halte. Saya lebih menyukai berbagi aktivitas di stories Instagram ketimbang Twitter karena lebih sederhana dan mudah. Sambil menunggu di tengah hiruk pikuk kendaraan yang lewat di depan, saya tetap mengabarin dia. Saya sangat butuh perhatian dia, sekaligus teman perjalanan dan tidak membuatnya khawatir. Bus yang membawa saya dari jalan Majapahit dan sudah berhenti beberapa kali di halte, akhirnya menurunkan saya untuk pindah bus. Sekitar 23 menit perjalanan yang saya catat lewat stories. Saat bert...
Komentar
Posting Komentar