Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Terlalu Khawatir Dampak Corona, Batal Bermain Futsal


[Artikel 53#, kategori futsal] Jumat pekan kemarin, tubuh sangat lelah setelah bermain. Maklum saja setelah pulang berkegiatan dari luar kota, langsung bermain. Namun pekan ini, tubuh sangat fit. Dampak wabah Corona membuat kekhawatiran begitu besar. Terpaksa membatalkan sendiri, meski yang lain malah terus bermain.

Hari ini, Jumat (20/3), meski sudah mengambil keputusan untuk tidak main dan minta izin, saya terus berusaha meminta saran dari rekan yang mengerti tentang Corona. Termasuk Dia hingga dokter yang dikenal. Semua memberi saran untuk tidak bermain.

Namun, rasa cinta terhadap futsal benar-benar membutakan. Hingga beberapa jam waktu sebelum bermain, saya masih mencari celah untuk membatalkan keputusan bulat sebelumnya.

Tidak bermain

Jumat yang penuh perjuangan beberapa minggu ini, Jumat yang memberi kekuatan untuk tidak mudah menyerah dan keringat kepuasan setelah bermain, hari ini harus kalah oleh wabah Corona.

Saya benar-benar iri dengan rekan-rekan futsal saya di sana. Saya harap, wabah ini bisa menghilang secepatnya. Dan bila boleh berharap, Jumat pekan terakhir bulan Maret, sudah bisa kembali ke lapangan.

Semoga saja.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini