Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Goyah Pertama


[Artikel 9#, kategori keluarga] Gelombang pertama akhirnya tiba. Tidak besar tapi cukup berdampak. Bagaimana ucapan itu dapat mempengaruhi. Saya harap segera memperbaiki dampak tersebut. Takutnya dikemudian hari, apa yang dilakukan dan diyakini hancur tak bersisa.

"Katanya kerja, masa nggak punya uang."

Saya tahu ukuran seseorang melihat pekerjaan, apalagi datang dari generasi baby boomers, selalu identik dengan hasil. Uang, harta dan uang.

Tidak salah, dan wajar buat mereka. Sayangnya, informasi yang menjembatani mereka dan generasi seperti saya, Milenial, tidak ada. Maka tidak heran saat mereka membandingkan dengan orang-orang yang berhasil disekitar mereka (milenial juga) dengan saya.

Sudah terlambat untuk menjelaskan karena pikirannya tetaplah sebuah keberhasilan karena melakukan usaha. Bersikeras berkata-kata, dikira melawan orang tua.

Orang-orang yang seperti saya generasinya dan berhasil sangat beruntung. Keadaan mereka bukan saja lebih baik dari saya, tapi penghormatan dari keluarga hingga kolega.

Saya tahu bahwa kehidupan mereka penuh dengan tantangan untuk menjadi seperti sekarang. Dorongan keluarga, lingkungan yang tertata dan sikap mental yang harus hormat, saya menundukkan kepala. Ya, kalian sudah keren.

Terus berusaha

Andai ada ukuran sukses diumur berapa seperti pemain bola, umur emas, saya tidak tahu lagi bagaimana saya akhirnya menyerah. Umur emas pemain sepakbola adalah 27-30 tahun. Ketika nama seperti Messi dan Ronaldo berhasil melewatinya dengan penuh gemilang, mereka istimewa memang.


Saya ingin terus berusaha. Entah bagaimana caranya dan sampai kapan. Setidaknya sebelum gelombang lebih besar datang kembali. Perahu yang sudah dibuat, saat itu sudah menjadi kapal megah dan mewah. 

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini