Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Keluarga yang Bahagia


[Ini adalah artikel keenam kategori Keluarga] Kita tidak bisa memilih lahir keluarga seperti apa yang akan membesarkan kita. Tapi semisal ada pilihan, pasti saya atau Anda pengennya yang terbaik dan penuh kasih sayang.

Hari ini saya melihat kebahagian sebuah keluarga besar. Keluarga yang menjunjung tinggi kasih sayang antar sesama dan orang lain. Anak-anaknya sekarang sudah memiliki buah hati di usia orang tua si anak dipanggil kakek nenek.

Lingkungan benar-benar berpengaruh dalam keluarganya. Meski si anak dibiarkan pergi menuntut ilmu keluar lingkungan, anak-anak tetap kembali. Saya yakin, orang tuanya akan hidup bahagia.

Bukan cerita di tv

Televisi dan media seakan tak kehabisan kisah orang-orang yang menginspirasi. Karna kisah tersebut, semua orang hatinya tergerak dan tanpa diketahui nilai jual media pun ikut naik.

Di luar keuntungan media, saya terkadang berharap seberuntung anak yang diberitakan tersebut. Anak tukang bla..bla... Bisa lulus kuliah S1 dan dibiayai hingga S2.

Nasib boleh sama, tapi takdir terkadang berbeda. Itulah kehidupan. Dari pengalaman kedua yang saya ceritakan di atas, semua punya kebahagian masing-masing. Apakah saya atau Anda berharap demikian? Saya pastinya, iya.

...

Apa yang dapat saya bagi buat Anda yang berkunjung hari ini mendengarkan saya bercerita seperti ini?

Sebuah harapan tentang keluarga bahagia yang semua kembali berasal dari lingkungan sekitar. Apakah kasih sayang yang diberikan sekedar kasih sayang, atau menutupi berbagai kekurangan salah satu anggota keluarga.

Latar belakang orang tua memang menjadi pegangan si anak, tapi bagaimana karakter si anak juga tidak dapat dilepaskan begitu saja. Anak yang punya mental kuat dan berusaha, kelemahan menjadi kekuatan buatnya.

Membangun bangsa memang berasal dari keluarga. Saya berdoa,  keluarga mereka akan selalu bahagia hingga generasi selanjutnya.

Gambar ilustrasi : www.aussievault.com.au
*Tentang keluarga orang lain

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini