Catatan

📌 PRALASTIS: Catatan Pria Realistis & Elastis di Usia 40 Tahun

Gambar
Momen sakral ini akhirnya tiba juga, meski kisahnya sudah terproklamir sejak awal tahun. Selamat datang di perjalanan baru tengah tahun ini: menjadi pria berusia 40 tahun. Sebuah angka yang memaksa saya untuk melangkah lebih bijak. Ke depan, saya akan mencoba bersikap realistis saja, terutama saat menyadari tidak ada bekingan besar di belakang saya. Namun di saat yang sama, saya berjanji untuk tetap elastis menghadapi setiap sandungan yang menghadang. Pergantian usia kali ini ternyata terasa lebih berharga dari biasanya. Siapa sangka, ada banyak ucapan yang datang mengalir, meskipun sebenarnya saya sempat berada di fase membenci momen seperti ini. Dulu sekali, saya menyukainya. Namun seiring berjalannya waktu, ada memori-memori tertentu yang membuat hari ulang tahun terasa melekang. Saat tulisan ini dibuat, momennya memang bukan tepat di hari pergantian usia, melainkan sudah berjalan beberapa hari setelahnya. Menemukan waktu yang pas untuk merenung dan menulis ternyata tidak mudah. Nam...

Apa Cuma di Indonesia, Pokemon Go diminta Untuk Promosi Tempat Wisata


[Ini adalah artikel keenam tentang Wisata] Fenomena yang menarik terkait games Pokemon GO beberapa waktu belakangan membuat Menkominfo meminta Google untuk menyebar Pokemon di tempat wisata yang ada di Indonesia. Apakah ini cuma di Indonesia?

Awal-awal saya benar-benar tertarik dengan games ini, namun lambat laun malah saya hapus di smartphone. Alasannya sederhana, saya sebenarnya nggak suka game selain sepakbola, dan begitu bosan maka pasti saya tinggalin.

Pada ramai-ramainya berita Pokemon Go, bahkan media online paling besar di Indonesia sering memberitakan pula terutama di Semarang, dotsemarang pun ambil bagian dengan melihat sisi pariwisata.

Game virtual buatan Niantic Labs tersebut memang menghipnotis penggunanya dalam artian tertarik. Sehingga tak heran, banyak pengguna yang mendatangi tempat wisata dan berburu di sana.

Ya, sepertinya di Indonesia

Berita yang saya baca berikut ini membuat saya tertarik menuliskannya di blog ini. Apalagi sampai orang sekelas menteri meminta Google menaruh Pokemon di tempat wisata. 

Ini kan menarik. Alasan pak Menteri memang lebih soal keselamatan dan juga branding Wisata untuk promosi.

Saya setuju sih, kalau nggak gitu tempat wisata selalu sepi jadinya selain hari libur. Hingga hari ini, saya belum mendapatkan berita tentang negara selain Indonesia yang memanfaatkan fenomena Pokemon sebagai marketing dan promosi wisata. Atau ada yang tahu, kasih tahu saya dong.

Artikel terkait :

Komentar

Postingan populer dari blog ini